Target Costing Adalah : Tujuan, Kegunaan dan Tahapan

Posted on
Target Costing Adalah : Tujuan, Kegunaan dan Tahapan

Target Costing Adalah : Tujuan, Kegunaan dan Tahapan

Target Costing  adalah metode penentuan biaya produksi dimana perusahaan terlebih dahulu menentukan biaya produksi yang harus dikeluarkan berdasarkan harga kompetitif, dengan demikian perusahaan memperoleh laba yang diharapkan.

Target biaya = harga jual – laba yang diharapkan.

Terdapat dua alasan mengapa target costing sebaiknya digunakan perusahaan didalam situasi pasar yang sangat kompetitif:

Perusahaan tidak bisa menentukan dan mengendalikan harga jual produknya secara sepihak.

Sebagian besar biaya produk ditentukan pada tahap design.

Pengimplementasian target costing

Untuk mengimplementasikan metode target biaya didalam perusahaan terdapat serangkaian fase yang harus dilalui oleh perusahaan antara lain:

1

Menentukan harga pasar

2

Menetukan laba yang diharapkan

3

Menghitung target biaya dalam harga pasar dikurangi laba yang diharapkan

4

Menggunakan rekayasa nilai untuk mengidentifikasi cara yang bisa digunakan untuk menurunkan biaya produk.

5

Menggunakan kaizen costing dan juga pengendalian operasional untuk terus menurunkan biaya Tujuan Target Costing

Menurut Monden (1995) target costing mempunyai dua tujuan, Ialah:

1) Untuk mengurangi biaya produk baru agar tingkat keuntungan yang dikehendaki dapat tercapai. 2) Supaya dapat memotivasi seluruh karyawan perusahaan agar memperoleh laba target. Dalam saat pengembangan produk baru dengan menjalankan metode target costing di seluruh aktivitas perusahaan.

Kegunaan Target Costing

Target costing mempertimbangkan faktor eksternal perusahaan (pasar). Melalui analisis pasar dan pesaing dapat membantu manajemen dalam merancang produk yang dibutuhkan konsumen dengan harga yang kompetitif. Menurut pendapat Albano, Bird, Clifton, Townsend (2003), metode target costing membantu perusahaan untuk:

• Menjamin bahwa produk disesuaikan dengan kebutuhan konsumen dengan lebih baik,
• Menyesuaikan harga dari keistimewaan produk dengan kesediaan konsumen untuk membayarnya,
• Mengurangi siklus pengembangan produk,
• Mengurangi biaya produk secara signifikan,
• Meningkatkan kerjasama antar departemen dalam perusahaan berkaitan dengan penyusunan, pemasaran, perencanaan, pengembangan, pembuatan, penjualan, pendistribusian, dan penempatan produk,
• Menggunakan konsumen dan juga pemasok untuk merancang produk yang benar dan untuk mengintegrasikan seluruh rantai persediaan dengan lebih efektif.

Tahap-tahap Pelaksanaan Target Costing

Menurut Pendapat Supriyono (1997) proses target costing secara luas dapat dibagi menjadi lima tahap, Ialah:

Perencanaan korporasi. Tahap ini dimulai dengan dilakukannya penelitian pasar untuk mengetahui kebutuhan/keinginan konsumen, harga yang berlaku, dan volume produksi yang diinginkan.

Setelah perusahaan meneliti kebutuhan pelanggan dan harga pasar, maka manajemen mulai menyusun rencana laba jangka panjang dan menengah perusahaan secara keseluruhan dan menentukan target laba secara menyeluruh untuk setiap periode yang terinci untuk setiap produk.

Pengembangan proyek produk baru tertentu. Pada tahap ini, departemen perencanaan korporasi memberi informasi kepada departemen perencanaan perekayasaan tentang jenis produk yang ingin dikembangkan dan isi perubahan rancangan model yang didasarkan atas riset pasar.

Penentuan rencana dasar untuk produk baru tertentu. Dalam tahap ini, manajer produk meminta setiap departemen untuk menelaah:

• bahan yang diperlukan
• proses pengolahan
• menaksir biaya. Sesuai dengan laporan yang dibuat oleh departemen-departemen tersebut, dihitunglah biaya taksiran total (drifting cost). Pada waktu yang sama, harga target ditentukan oleh divisi pemasaran.

Pada harga target danjuga laba, selanjutnya dapat dihitung biaya yang diperkenankan (allowable cost) atau biaya target (target cost) melalui pengurangan dari harga jual target dengan laba target

Rancangan produk. Pada tahap ini, departemen rancangan menyusun draft cetak biru percobaan untuk sekumpulan biaya target setiap komponen. Kegiatan ini memerlukan informasi dari setiap departemen.

Departemen rancangan juga membuat produk percobaan yang sesungguhnya sesuai dengan cetak biru yang telah dibuat, kemudian departemen manajemen biaya menaksir biaya tersebut.

Drifting cost dihitung sebagai biaya yang akan diestimasikan berdasarkan biaya periode yang sedang berjalan (current cost projection). Setelah memeriksa drifting cost dan komponen biaya satu per satu, tiap departemen akan berunding.

Maka timbul kesenjangan antara allowable cost dengan drifting cost. Dan maka tiap departemen akan mencoba menekan selisih antara allowable cost dan juga drifting cost tersebut melalui value engineering.

Rencana pemindahan produksi. Pada tahap ini, kondisi perlengkapan produksi diperiksa dan departemen manajemen biaya menaksir biaya sesuai dengan draft cetak biru. Departemen perekayasaan produksi dapat menyusun standar nilai bahan yang akan dikonsumsi, biaya tenaga kerja langsung, dan sebagainya.

Standar nilai ini digunakan sebagai dasar data dalam menghitung biaya dan merencanakan harga komponen/bahan dengan pemasok. Setelah biaya target ditentukan dan jika rencana tersebut disahkan maka produksi dimulai.

Demikian artikel cerdasakuntansi.com mengenai Pengertian target costing : Pengimplementasian, Tujuan,  Kegunaan dan Tahapannya , semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih

Baca juga :

Akuntansi Manajemen : Akuntansi Biaya, Tujuan dan Fungsi
Pengertian Dokumen : Akumulasi Biaya dan Overhead
ISO Adalah : Tujuan, Manfaat, dan Jenis – Jenis ISO
Pengertian Efektivitas : Kriteria, Aspek, dan Contohnya
CRM Adalah : Fungsi dan Tujuan, Komponen, serta Tahapan CRM
Evaluasi Adalah : Tujuan, Fungsi, dan Tahapan Evaluasi
Manajemen Kinerja Adalah : Manfaat, dan Syarat-Syarat, Tujuannya
HRD Adalah : Fungsi dan Tugasnya
Manajemen SDM Adalah : Unsur, Faktor dan Tahapan
Etika Adalah : Pengertian dan Jenisnya
Metode Harga Pokok Pesanan : Syarat dan Kelebihannya
Target Costing Adalah : Tujuan, Kegunaan dan Tahapan
Pengertian PPBS : Planning Programing Budgeting System
Laporan Cash Flow : Elemen, Metode, Manfaat dan Contohnya
Kualitas Adalah : Indikator dan Manfaat
Analisa Resiko : Pengertian dan Probabilitasnya
Estimasi Biaya : Metode, Manfaat dan Contoh
Perkembangan Akuntansi
Pengertian Akuntansi Manajemen dan Manfaatnya
Pengertian Supply Chain Management : Komponen, Tujuan dan Proses
Marketing Adalah : Fungsi dan Konsepnya
Bank Adalah : Sumber Dana Bank
Laporan Keuangan Adalah : Tujuan, Jenis , Unsur dan Manfaat
Perusahaan dagang Adalah : Ciri, Jenis dan Kegiatan
Break Even Point Adalah : Analisis, Faktor dan Rumus
Pasar Uang Adalah : Instrumen dan Jenis
Manajemen File Adalah : Arsitektur, Manfaat dan Fungsi
Grafik Adalah : Tujuan dan Fungsi
Manajemen Personalia Adalah : Tujuan, Fungsi dan Tugas
Manajemen Informatika Adalah : Ruang Lingkup

Leave a Reply

Your email address will not be published.