Syariah, Prinsip, Rukun Jual Beli dan Manfaatnya

2 min read

Syariah : Jual Beli Dalam Syariah Prinsip, Rukun Jual Beli dan Manfaatnya
Syariah : Prinsip, Rukun Jual Beli dan Manfaatnya
Syariah, Prinsip, Rukun Jual Beli dan Manfaatnya

Syariah

Syariah : Jual Beli Dalam Syariah Prinsip, Rukun Jual Beli dan Manfaatnya | Cerdas Akuntansi

syariah – Jual beli Adalah salah satu jenis transaksi ekonomi .Ada beberapa ketentuan islam yang mengatur tentang jual beli . Jual beli dalam islam ada yang tergolong halal dan ada juga yang tergolong haram .

Kita sebagai seorang muslim tentu harus tahu apa itu jual beli halal dan apa itu jual beli haram . Karena sudah pasti, kita sebagai muslim yang sejati tentu tidak akan mau apabila kita mendapatkan sesuatu yang haram. (*Syariah)

Sebelum mengetahui ketentuan jual beli , maka yang dipelajari pertama adalah bgaimana prinsip atau azaz dari transaksi ekonomi islam.Mari kita pelajari bersama .

Prinsip dasar transaksi ekonomi dalam syariat islam

Suatau transaksi ekonomi akan dikatakan syah apabila memenuhi asas atau prinsip – prinsip sesuai syariat islam , prinsip tersebut antara lain :

Mengikat pihak – pihak yang bertransaksi , kecuali yang melanggar syariat .
Pihak – pihak yang pertransaksi harus memenuhi kewajiban yang telah disepakati dan tidak boleh saling berhianat. Allah Swt berfirman dalam QS. Al- Maidah ayat 1 :

Syarat – syarat jual beli harus sesuai dengan syariat islam serta dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab .

Setiapa transaksi dilakukan dengan suka rela tanpa adanya paksaan dari pihak manapun . (*Syariah)

Tidak adanya unsur penipuan , penyelewengan , dan kecurangan . Perhatikan hadist Rasulullah saw dibawah ini : ” Rasulullah saw melarang jual beli yang mengandung unsur penipuan . “

Kebiasaan dalam jual beli yang sudah menjadi adat boleh digunakan asal kedua belah pihak mengetahuinya dan tidak menyimpang dari syariat islam .

Rukun Jual Beli dalam islam

1. Rukun jual beli meliputi :

Penjual dan pembeli
syarat penjual dan pembeli dalam syariat islam yaitu :
Berakal sehat ( aqil ) .
Dewasa ( Baligh ) .
Atas kehendak sendiri tidak dalam unsur paksaan .

2. Benda yang di jual dan di beli

Syarat benda untuk dijual atau dibeli adalah :

Benda tersebut dalam keadaan suci . Anjing dan babi tidak boleh dijual belikan .

Dapat memberi manfaat

Benda tersebut dapat diserahkan kepada pembeli . Benda yang tidak dapat diserahkan tidak boleh untuk dijual belikan , contohnya burung yang terbang di langit . (*Syariah)

Barang tersebut adalah milik sang penjual , atau orang yang diwakilinya atau orang yang mengusahakannya . Rasulullah saw bersabda : ” Tidak ada jual beli kecuali sesuatu yang dimilikinya

.” ( HR. Abu Daud dan At Turmudzi ) Barang yang dijual belikan diketahui oleh penjual dan pembeli baik zat , sifat , bentuk dan kadar atau ukurannya .

3. Akad atau ijab qabul

Ijab yaitu perkataan seorang penjual contohnya yakni “saya menjual barang ini dengan harga sekian

“ Qabul adalah perkataan pembeli . Yakni ” saya membeli barang ini dengan harga sekian “ Para ulama bersepakat bahwa diperbolehkan ijab qabul tidak perlu dilafalkan namun boleh hanya kesepakatan . (*Syariah)

Macam -macam Jual beli

Berdasarkan pada cara pembayarannya , jual beli dibedakan menjadi beberapa macam , antara lain :

1. Jual beli kontan

Jual beli kontan yaitu jual beli atau serah terima barang yang dibayar secara langsung / lunas ( kontan ). Ada barang dan ada uang . (*Syariah)

2. Jual beli sistim tempo

Jual beli tempo yaitu jual beli yang dilakukan dengan cara setelah adanya kesepakatan harga , kemudian barang baru dikirim dan pembayaan dilakukan setelah barang sampai

3. Tukar menukar barang

Jual beli dengan tukar menukar barang dalam jumlah yang banyak .

Demikian artikel cerdasakuntansi.com mengenai Jual Beli Dalam Syariah : Prinsip, Rukun Jual Beli dan Manfaatnya, semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih

Baca Juga :

Perbankan : Jenis, Fungsi, Tujuan dan Contohnya
Produk Bank Syariah : Manfaat Menggunakan Produk
Dasar Perbankan : Jenis dan Fungsinya
Sejarah Ekonomi, Perkembangan Ekonomi Islam
Etika Bisnis Syariah dan Penjelasannya
Ruang Lingkup Syariah, Pengertian dan Cirinya
Syariah, Prinsip, Rukun Jual Beli dan Manfaatnya
Manajemen Bisnis Syariah, Konsep, Ajaran Islam dan Landasan Pokok
Bank : Sejarah Sistem Perbankan, Bunga Bank Sebagai Riba
Perusahaan Manufaktur, Laporan, Laba Rugi, Neraca
Analisa adalah : Karakteristik dan Pengaruh
Biaya Bahan Baku Adalah : Pengendalian, Metode
Manajemen Bisnis : Konsep, Fungsi
Pengertian Bahan Baku : Perolehan, Penyimpanan
Aset Tetap Adalah, Cara, Konsep, Jenis , Karakteristik dan Contoh
Kombinasi Bisnis : Tujuan, Metode dan Alasan
Pengertian Agen : Sistem, Perbedaan, Laporan dan Hubungannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.