Sejarah Ekonomi, Perkembangan Ekonomi Islam

2 min read

Sejarah Perkembangan Ekonomi Islam
Sejarah-Ekonomi-Perkembangan-Ekonomi-Islam
Sejarah Ekonomi, Perkembangan Ekonomi Islam

Sejarah Ekonomi

Penjelasan mengenai Perkembangan Ekonomi Islam telah mulai mendapatkan momentum sejak didirikannya Bank muamalat pada tahun 1992.

Berbagai undang-undangnya yang mendukung tentang sistem Ekonomi tersebutpun mulai dibuat, seperti UU Nomer 7 Tahun 1992 tentang perbankan sebagaimana yang telah diubah dalam undang-undang Nomer 10 Tahun 1998 dan undang-undang Nomer 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, bahkan mendapat dukungan langsung dari Bapak wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla. (* Sejarah Ekonomi)

• Perkembangan Ekonomi Islam yang semakin marak ini merupakan cerminan dan kerinduan umat islam di indonesia ini khususnya seorang pedagang, berinvestasi, bahkan berbisnis yang cara islami dan diridhoi oleh Allah SWT.

• Dukungan serta komitmen dari Bank Indonesia dalam keikutsertaanya pada perkembangan Ekonomi. Islam yang telah menjadi awalan bergeraknya pemikiran dan juga praktek Ekonomi Islam didalam Negeri. Juga sebagai pembaharuan Ekonomi dalam Negeri yang masih penuh kerusakan ini, serta awal kebangkitan Ekonomi Islam di Indonesia maupun diseluruh dunia, misalnya di Indonesia berdiri Bank Muamalat tahun 1992.

• Awal tahun 1997 terjadi krisis Ekonomi. DiIndonesia yang mendapatkan dampak besar terhadap goncangan lembaga perbankan yang berakhir likuidasi pada sejumlah Bank. Bank Islam atau juga Bank Syariah malah bertambah semakin pesat. Pada tahun 1998, sistem perbankan Islam dan juga gerakan Ekonomi Islam Di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat. (* Sejarah Ekonomi)

• Menurut Adiwarman Azwar Karim, Ekonomi Islam diibaratkan satu bangunan yang terdiri atas landasan tiang dan atap, dan menurut Adiwarman Azwar Karim menawarkan pengertian Ekonomi Islam sebagai Ekonomi yang dibangun diatas Nilai-nilai universal Islam. Nilai-nilai yang ia maksud ialah Tauhid (keesaan), Adl (Keadilan), Khilafah (Pemerintahan), Nubuwwah (Kenabian), dan Maad (Return).

• Abu Yusuf memaparkan berbagai pemikiran Ekonominya dengan menggunakan perangkat analisis qiyas yang didahului dengan melakukan kajian yang mendalam terhadap Al-Quran, Hadist Nabi, Atsar Sahabi, serta praktik para penguasa yang shalih. (* Sejarah Ekonomi)

• Untuk menelaah sejarah pemikiran para tokoh Ekonomi Islam M.Nejatullah Siddiqi pada bukunya History Of Islamic Thought. Dia membagi periodesasi sejarah pemikiran Ekonomi Islam kedalam tiga fase yakni, ialah :

• Fase pertama ini ialah fase awal hingga abad ke-5 H atau sekitar ada ke-11 M yang dikenal dengan fase dasar-dasar Ekonomi Islam yang dirintis ileh para fuqaha. Diikuti oleh para sufi dan kemudian para filosof. Dalam awal perkembangannya, pemikiran mereka berasal dari orang yang berbeda. Akan tetapi pada kemudian hari para ahli memiliki dasar pengetahuan dari ketiga disiplin tersebut.

• Pada fase ini oleh peneliti akan menyebutnya sebagai pemikiran Ekonomi abad klasik. Karena fase ini Ialah fase yang paling awal dari sejarah pemikiran Ekonomi Islam dan belum ada pemikiran Ekonomi Islam sebelum masa ini (* Sejarah Ekonomi)

• Pada fase kedua ini dimulai pada abad ke-11 sampai abad ke-15 M disebut juga dengan fase yang cemerlang. Sebab meninggalkan warisan intelektual yang sangat kaya. Hal ini tak lain karena pada masa ini wilayah kekuasan Islam yang terbentang dari Maroko dan Spanyol di Barat hingga India di Timur telah melahirkan berbagai pusat Intelektual dan tokoh yang terkenal bahkan hingga sekarang.

Ciri khas pemikiran Ekonomi

• Ciri khas pemikiran Ekonomi pada masa ini adalah para cendikiawan Muslim mampu menyusun suatu konsep tentang bagaimana suatu umat melaksanakan kegiatan Ekonomi yang seharusnya berlandasan Al-Quran dan Hadist. Pada fase kedua ini peneliti menyebutkan sebagai fase pertengahan” karena masa ini terletak ditengah-tengah antara fase pertama (masa klasik) dan fase ketiga (masa kontemporer).

• Ketiga, fase ketiga menurut Najatullah Shidiqi dimulai pada tahun 1446 hingga 1932 M yang juga menjadi pertanda fase dimana ditutupnya pintu ijtihad yang menyebabkan fase ini disebut sebagai fase stagnasi. Pada periode ini para fuqaha hanya menulis catatan-catatan dari para Imam madzhab sesuai dengan kaidah-kaidah dari masing-masing madzhab.

Meski Nejatullah shidiqi membatasi fase i ni tada tahun 1446 hingga 1932 M namun peneliti tidak akan membatasi abad kontemporer ini hanya pada kisaran tahun 1932. Karena pasca 1930 in i justru banyak muncul pemikiran kontemporer yang memiliki pandangan yang brilian bahkan memiliki madzhab tersendiri. (* Sejarah Ekonomi)

Demikian artikel cerdasakuntansi.com mengenai Sejarah Ekonomi, Perkembangan Ekonomi Islam, semoga dapat bermanfaat. terima kasih

Baca Juga :

Perbankan : Jenis, Fungsi, Tujuan dan Contohnya
Produk Bank Syariah : Manfaat Menggunakan Produk
Dasar Perbankan : Jenis dan Fungsinya
Sejarah Ekonomi, Perkembangan Ekonomi Islam
Etika Bisnis Syariah dan Penjelasannya
Ruang Lingkup Syariah, Pengertian dan Cirinya
Syariah, Prinsip, Rukun Jual Beli dan Manfaatnya
Manajemen Bisnis Syariah, Konsep, Ajaran Islam dan Landasan Pokok
Bank : Sejarah Sistem Perbankan, Bunga Bank Sebagai Riba
Perusahaan Manufaktur, Laporan, Laba Rugi, Neraca
Analisa adalah : Karakteristik dan Pengaruh
Biaya Bahan Baku Adalah : Pengendalian, Metode
Manajemen Bisnis : Konsep, Fungsi
Pengertian Bahan Baku : Perolehan, Penyimpanan
Aset Tetap Adalah, Cara, Konsep, Jenis , Karakteristik dan Contoh
Kombinasi Bisnis : Tujuan, Metode dan Alasan
Pengertian Agen : Sistem, Perbedaan, Laporan dan Hubungannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.