Ruang Lingkup Syariah, Pengertian dan Cirinya

Posted on
Pengertian Syariah Pengertian, Ruang Lingkup dan Cirinya
Ruang Lingkup Syariah, Pengertian dan Cirinya

Ruang Lingkup Syariah : Pengertian dan Cirinya

Kata Bisnis berasal dari bahasa inggris, Bussines (plural business). Mengandung sebuah arti di antaranya Commercial Activity involving the exchange of money for goods or services-Usaha

komersial yang menyangkut soal penukaran uang bagi produsen dan distributor (goods) atu bidang jasa (services).

Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikannya sebagai adalah Usaha dagang dan Usaha komersial, dalam dunia perdagangan, Bidang usaha.

Jadi,Bisnis dapat di artikan sebagai “ Segala bentuk aktivitas dari berbag transaksi-transaksi

yang di lakukan manusia guna mengahsilakn keuntungan, baik berupa barang atau jasa untk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari”.

Sedangkan kata syariah biasa di sebut asy-syariah (mufrad dari syara’i) secara harfiah berarti jalan ke sumber air dan tempat orang-orang yang minum.

Singkatnya tujuan dari syariah itu sendiri Ialah menjamin keselamatan manusia secara fisik,moral,dan spiritual di dunia ini dan juga untuk menyiapkan perjumpaan dengan Allah di hari yang akan datang.

Dari penjelasan di atas, dapat di tarik kesimpulan bahwa, Bisnis Syariah Adalah

“ Serangkaian aktivitas bisnis dalam berbagai bentuknya(yang tidak di batasi). Namun di batasi dalam cara perolehan dan pendayaan hartanya (ada aturan halal dan haram).

Dalam arti,Pelaksanaan bisnis harus tetap berpegang pada ketentuan syariat (aturan-aturan dalam Al-Quran Dan Al-Hadits ).

Dengan demikian syariat merupakan nilai utama yang menjadi paling strategis maupun taktis bagi pelaku kegaiatan ekonomi (bisnis). Ruang lingkup bisnis syariah :

Ada empat prinsip dalam ilmu ekonomi Islam yang mesti diterapkan dalam bisnis syari’ah, antara lain sebagai berikut: dan

a) Tauhid (Unity / kesatuan)

Tauhid mengantarkan manusia pada pengakuan akan keesaan Allah selaku Tuhan semesta alam.

Dalam kandungannya meyakini bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini bersumber dan berakhir kepada-Nya. Dialah pemilik mutlak dan juga absolut atas semua yang diciptakannya.

Oleh sebab itu segala aktifitas khususnya dalam muamalah dan bisnis manusia hendaklah mengikuti aturan-aturan yang ada jangan sampai menyalahi batasan-batasan yang telah diberikan.

b) Keseimbangan atau Kesejajaran (Equilibrium)

Keseimbangan atau juga kesejajaran (Equilibrium) ialah konsep yang menunjukkan adanya keadilan sosial.

c) Kehendak Bebas (Free Will)

Kehendak bebas (Free Will) yakni manusia mempunyai suatu potensi dalam menentukan pilihan-pilihan yang beragam, karena kebebasan manusia tidak dibatasi.

Tetapi dalam kehendak bebas yang diberikan Allah kepada manusia haruslah sejalan dengan prinsip dasar diciptakannya manusia yaitu sebagai khalifah di bumi.

Sehingga kehendak bebas itu harus sejalan dengan kemaslahatan kepentingan individu telebih lagi pada kepentingan umat.

d) Tanggung Jawab (Responsibility)

Tanggung Jawab (Responsibility) terkait erat dengan tanggung jawab manusia atas segala aktifitas yang dilakukan kepada Tuhan dan juga tanggung jawab kepada manusia sebagai masyarakat.

Karena manusia hidup tidak sendiri dia tidak lepas dari hukum yang dibuat oleh manusia itu sendiri sebagai komunitas sosial. Tanggung jawab kepada Tuhan tentunya diakhirat,

tapi tanggung jawab kepada manusia didapat didunia berupa hukum-hukum formal maupun hukum non formal seperti sangsi moral dan lain sebagainya

Ciri Khas Bisnis Syaria

Bisnis Syariah memiliki perbedaan yang signifikan dengan bisnis non syariah atau juga lebih tepatnya.

Bisnis syariah memiliki ciri tersendiri yang akan menyebabkan bisnis syariah itu berbeda dengan bisnis lainnya.

Jadi kita bisa mengetahuinya melalui ciri dan karakter dari bisnis syariah yang memiliki keunikan dan ciri tersendiri. Beberapa cirri itu antara lain : 

a) Selalu Berpijak Pada Nilai-Nilai Ruhiyah

Nilai ruhiyah adalah kesadaran setiap manusia akan eksistensinya sebagai ciptaan (makhluq) Allah yang harus selalu kontak dengan-Nya dalam wujud ketaatan di setiap tarikan nafas hidupnya.

Ada tiga aspek paling tidak nilai ruhiyah ini harus terwujud , yaitu pada aspek :

1

Konsep

2

Sistem yang di berlakukan

3

Pelaku (personil).

b) Memiliki Pemahaman terhadap Bisnis yang Halal dan juga Haram

Seorang pelaku bisnis syariah harus dituntut mengetahui benar fakta-fakta (tahqiqul manath) terhadap praktek bisnis yang Sahih dan juga yang salah. Disamping juga harus paham terhadap dasar-dasar nash yang dijadikan hukumnya (tahqiqul hukmi).

c) Benar Secara Syar’iy Dalam Implementasi

Intinya dalam masalah ini ialah ada kesesuaian antara teori dan praktek, antara apa yang telah dipahami dan yang di terapkan. Sehingga pertimbangannya tidak semata-mata untung dan rugi secara material.

d) Berorientasi Pada Hasil Dunia dan Akhirat

Bisnis tentu di lakukan untuk mendapat keuntungan sebanyak-banyak berupa harta, dan ini di benarkan dalam Islam.

Karena di lakukannya bisnis memang untuk mendapatkan keuntungan materi (qimah madiyah). Dalam konteks ini hasil yang di peroleh, di miliki dan dirasakan, memang berupa harta.

Demikian artikel cerdasakuntansi.com mengenai Pengertian Bisnis Syariah : Ruang Lingkup dan Cirinya, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan dapat bermanfaat. Terima kasih

Baca Juga :

Perbankan : Jenis, Fungsi, Tujuan dan Contohnya
Produk Bank Syariah : Manfaat Menggunakan Produk
Dasar Perbankan : Jenis dan Fungsinya
Sejarah Ekonomi, Perkembangan Ekonomi Islam
Etika Bisnis Syariah dan Penjelasannya
Ruang Lingkup Syariah, Pengertian dan Cirinya
Syariah, Prinsip, Rukun Jual Beli dan Manfaatnya
Manajemen Bisnis Syariah, Konsep, Ajaran Islam dan Landasan Pokok
Bank : Sejarah Sistem Perbankan, Bunga Bank Sebagai Riba
Perusahaan Manufaktur, Laporan, Laba Rugi, Neraca
Analisa adalah : Karakteristik dan Pengaruh
Biaya Bahan Baku Adalah : Pengendalian, Metode
Manajemen Bisnis : Konsep, Fungsi
Pengertian Bahan Baku : Perolehan, Penyimpanan
Aset Tetap Adalah, Cara, Konsep, Jenis , Karakteristik dan Contoh
Kombinasi Bisnis : Tujuan, Metode dan Alasan
Pengertian Agen : Sistem, Perbedaan, Laporan dan Hubungannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.