Rekonsiliasi bank : Faktor, Bentuk dan Komponennya

2 min read

Rekonsiliasi bank Faktor, Bentuk dan Komponennya
Rekonsiliasi bank : Faktor, Bentuk dan Komponennya

Rekonsiliasi bank

Rekonsiliasi bank secara sederhana dapat diartikan sebagai proses penyesuaian informasi catatan kas menurut perusahaan dan menurut bank.

Bank secara berkala mengirimkan statement berupa laporan rekening koran yang bersisi informasi tentang seluruh transaksi penyetoran maupun pengambilan oleh nasabah/ perusahaan selama periode tertentu serta dilengkapi dengan bukti chek untuk bukti pelengkap. (*Rekonsiliasi bank)

Rekonsiliasi bank harus dapat dilakukan sebab informasi yang terdapat pada laporan bank. Ialah catatan bank dari semua transaksi yang terdapat dan berdampak pada rekening bank perusahaan selama sebulan terakhir.

Rekonsiliasi juga harus dapat diselesaikan secara berkala pada semua rekening bank, untuk memastikan bahwa catatan kas perusahaan benar.

Hal ini juga digunakan sebagai kontrol yang lebih baik atas penerimaan dan pembayaran yang dilakukan secara tunai.

Mengapa Rekonsiliasi Bank Diperlukan?

Rekonsiliasi bank sangat diperlukan bagi perusahaan karena untuk mengetahui hal berikut ini, Ialah:

• Perusahaan bisa mengetahui jumlah selisih dari saldo kas pada laporan bank yang berbeda dengan pembukuan perusahaan.
• Untuk dapat mengetahui penyebab-penyebab selisih saldo kas pada catatan bank dan perusahaan.

Ada beberapa faktor yang umumnya menyebabkan perbedaan catatan bank dan perusahaan diantaranya, Ialah:

1. Deposit on transit (deposit atau setoran dalam perjalanan), faktor ini yang biasanya sering menjadi penyebab pada kasus ini. (*Rekonsiliasi bank)

Faktor ini terjadi karena setoran yang dikirimkan oleh perusahaan ke bank pada akhir bulan belum diterima oleh bank sampai pada bulan berikutnya.

Sehingga pada perusahaan sudah mencatat sebagai pengeluaran (setoran) namun bank belum mencatat karena belum menerima setoran tersebut.

2. Jasa giro, bunga yang sudah diperhitungkan oleh bank tetapi perusahaan belum menghitung/mencatat transaksi tersebut.

3. Cek beredar (outstanding cheque) Ialah cek yang sudah tercatat dikeluarkan oleh perusahaan. Tetapi si pemegang cek belum di uangkan di bank atau cheque on hand.

4. Cek kosong, ini dapat menyebabkan bank tidak mencairkan uang sebab kurangnya dana setoran perusahaan. Tetapi perusahaan sudah mencatatnya sebagai pengeluaran cek.

5. Piutang wesel, yang sudah dicatat oleh bank sebagai penerimaan tetapi perusahaan belum mencatatnya. (*Rekonsiliasi bank)


Faktor-faktor penyebab perbedaan diatas sudah lazim ditemukan dan sudah di persiapkan penyelesaiannya oleh pihak terkait, ialah :

Bentuk rekonsiliasi bank terdiri dari dua bagian yaitu:

• Saldo Rekening Koran
• Saldo Catatan Perusahaan (nasabah)
• Setelah dilakukan pengecekan dan perhitungan, kedua saldo tersebut harus berakhir dengan “Saldo Kas yang Benar” dengan jumlah yang sama antara keduanya.
• Komponen dalam Rekonsiliasi Bank
Ada beberapa komponen yang muncul ketika melakukan rekonsiliasi bank, Ialah :

• Deposit in Transit (Setoran dalam Proses). Uang tunai dan/atau cek yang telah diterima dan dicatat oleh suatu perusahaan, tetapi belum dicatat dalam catatan bank tempat perusahaan tersebut menyimpan dana.

Bila hal ini terjadi pada akhir bulan, setoran tidak akan muncul dalam laporan bank, dan karenanya menjadi item rekonsiliasi dalam rekonsiliasi bank. (*Rekonsiliasi bank)

Setoran dalam proses terjadi ketika data tersebut terlambat sampai di bank sehingga tidak dapat dimasukkan dalam catatan pada hari tersebut.

Sebab lainnya jika perusahaan mengirimkan setoran namun tertunda ataupun perusahaan belum mengirim deposit ke bank sama sekali.

• Outstanding Check (Cek Beredar) Ialah cek yang telah dicatat oleh perusahaan, tetapi belum dicairkan. Bila belum diselesaikan maka tidak akan muncul pada laporan bank.
• Non-Sufficient Fund Check (Cek Kosong) Ialah cek yang tidak diterima oleh bank karena dana di dalam rekening perusahaan tidak mencukupi. Bila ini terjadi,

maka bank tetap akan mengeluarkan nota debit dengan jumlah ketidakjujuran (dishonored) dan saldo di rekening akan dikurangi. Untuk mengeluarkan cek ini, peruahaan akan dikenakan biaya pemrosesan.

Demikian artikel cerdasakuntansi.com mengenai Rekonsiliasi bank : Faktor, Bentuk dan Komponennya, semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih

Baca Juga :

Leasing Adalah : Sewa Guna Usaha Atau Jenis, Bentuk dan Kesalahan
Persekutuan : Karakteristik, Macam dan Jenis
Liabilitas Adalah : Jenis dan Kesalahan
Pengertian Kas kecil : Tujuan, Metode dan ciri
Instrumen Keuangan : Majemuk dan Penyajiannya
Pengertian Akuntansi Keuangan : Dasar, Fungsi, Tujuan, tahapan
Likuidasi : Pengertian dan Jenisnya
Laporan perubahan modal : Contoh Laporan Perubahan Modal Serta penyelesaiannya
Laporan Laba Rugi : Contoh Laporan Laba Rugi dan Cara Penyelesaiannya
Keuangan : Prisip, Tujuan dan Contoh Laporan Keuangan
Pengertian Laporan Keuangan : Ruang Lingkup dan Jenisnya
Pengertian Rekening Koran : Kegunaan, Cara Mengajukan dan Syaratnya
Penjualan Angsuran : Tahapan, Metode, Macam dan masalahnya
Tujuan Kas Kecil : Metode dan Cirinya
Piutang Wesel : Jenis dan Cirinya
Rekonsiliasi bank : Faktor, Bentuk dan Komponennya
Pengertian Kas : Karakteristik dan Jenisnya
Pengertian Cek : Jenis dan Masa Berlaku
Saldo Kas Kecil Secara Fisik, Tujuan, Berita Acara Kas Kecil
Perbedaannya Dana Fluktuasi Pada Sistem Pencatatan Kas Kecil Dana Tetap
Kas Kecil Adalah, Rekonsilasi Bank, Laporan dan Metode Laporan
Pengertian Piutang, Klasifikasi dan Pencatatan
Laporan Keuangan : Aktivitas Koperasi dan Siklus
Pengertian Buku Besar : Macam, Manfaat dan contoh
Pengertian Neraca Saldo : Fungsi, Bentuk, Penyusunan, Contoh
Contoh Laporan Keuangan : Neraca Saldo