Prinsip Dasar, Bisnis Syariah, Pengertian dan Peluangnya

Posted on
Bisnis Syariah Pengertian, Prinsip Dasar, dan Peluangnya
Prinsip Dasar, Bisnis Syariah, Pengertian dan Peluangnya

Pengertian Bisnis Syariah

Bisnis Syariah adalah merupakan bentuk bisnis yang sama saja seperti bisnis lainnya. Hanya saja penerapan dan pelaksannaannya didasarkan pada syariat islam.

Bisnis ini harus mengutamakan bisnis dengan penghasilan halal, baik dan juga berkah. Bisnis berbasis syariah merupakan menuruti akad islam dari persiapan sampai keuntungan.

Tidak ada penipuan atau pun penyelewengan. Prinsip dasar dan etika dalam bisnis syari’ah

Ada empat prinsip (aksioma) dalam ilmu ikonomi Islam yang mesti diterapkan dalam bisnis syari’ah,

yaitu: Tauhid (Unity/kesatuan), Keseimbangan atau kesejajaran (Equilibrium), Kehendak Bebas (Free Will), dan Tanggung Jawab (Responsibility).

 

a) Tauhid

Tauhid mengantarkan manusia pada pengakuan akan keesaan Allah selaku Tuhan semesta alam. Pada kandungannya meyakini bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini bersumber dan juga berakhir kepada-Nya.

Dialah pemilik mutlak dan juga absolut atas semua yang diciptakannya. Oleh sebab itu segala aktifitas khususnya dalam muamalah dan bisnis

manusia hendaklah mengikuti aturan-aturan yang ada jangan sampai menyalahi batasan-batasan yang telah diberikan.

b) Keseimbangan

Keseimbangan atau juga kesejajaran (Equilibrium) merupakan suatu konsep yang menunjukkan adanya keadilan sosial.

 

c) Kehendak bebas (Free Will)

ialah manusia mempunyai suatu potensi dalam menentukan pilihan -pilihan yang beragam. Sebab kebebasan manusia tidak dibatasi.

Tetapi dalam kehendak bebas yang diberikan Allah kepada manusia haruslah sejalan dengan prinsip dasar diciptakannya manusia

yaitu sebagai khalifah di bumi. Sehingga kehendak bebas itu harus sejalan dengan kemaslahatan kepentingan individu telebih lagi pada kepentingan umat.

 

d) Tanggung Jawab (Responsibility)

terkait erat dengan tanggung jawab manusia atas segala aktifitas yang dilakukan kepada Tuhan dan juga tanggung jawab kepada manusia sebagai masyarakat.

Karena manusia hidup tidak sendiri dia tidak lepas dari hukum yang dibuat oleh manusia itu sendiri sebagai komunitas sosial.

Tanggung jawab kepada Tuhan tentunya diakhirat, tapi tanggung jawab kepada manusia didapat didunia berupa hukum-hukum formal maupun hukum non formal seperti sanksi moral dan lain sebagainya.

 

Ciri Khas Bisnis Syariah

Bisnis syariah merupakan implementasi/perwujudan dari aturan syari’at Allah. Sebenarnya bentuk bisnis syari’ah tidak jauh beda dengan bisnis pada umumnya, yaitu upaya memproduksi tau mengusahakan barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan konsumen.

Tetapi aspek syariah inilah yang membedakannya dengan bisnis pada umumnya. Sehingga bisnis syariah selain mengusahakan bisnis pada umumnya dan juga menjalankan syariat dan perintah Allah dalam hal bermuamalah.

Untuk membedakan antara bisnis syariah dan juga yang bukan. Maka kita bisa mengetahuinya melalui ciri dan karakter dari bisnis syariah yang memiliki keunikan dan ciri tersendiri,

 

1. Selalu Berpijak Pada Nilai-Nilai Ruhiyah. Nilai ruhiyah

adalah kesadaran setiap manusia akan eksistensinya sebagai ciptaan (makhluq) Allah yang harus selalu kontak dengan-Nya dalam wujud ketaatan di setiap tarikan nafas hidupnya.

Ada tiga aspek paling tidak nilai ruhiyah ini harus terwujud yaitu pada aspek :

1

Konsep,

2

Sistem yang di berlakukan,

3

Pelaku (personil).

2. Memiliki Pemahaman Terhadap Bisnis yang Halal dan juga Haram.

Seorang pelaku bisnis syariah harus dituntut mengetahui benar fakta-fakta (tahqiqul manath) terhadap praktek bisnis yang Sahih dan yang salah. Disamping juga harus paham terhadap dasar-dasar nash yang dijadikan hukumnya (tahqiqul hukmi).

 

3. Benar Secara Syar’i Dalam Implementasi.

Intinya dalam masalah ini ialah ada kesesuaian antara teori dan praktek, antara apa yang telah dipahami dan yang di terapkan. Sehingga pertimbangannya tidak semata-mata untung dan rugi secara material.

 

4. Berorientasi Pada Hasil Dunia dan Akhirat.

Bisnis tentu di lakukan untuk mendapat keuntungan sebanyak-banyak berupa harta,

dan ini di benarkan dalam Islam. Karena di lakukannya bisnis memang untuk mendapatkan keuntungan materi (qimah madiyah). Dalam konteks ini hasil yang di peroleh, di miliki dan dirasakan, memang berupa harta.

 

5. bisnis yang dikerjakannya itu sebagai ladang ibadah

Namun, seorang Muslim yang sholeh tentu bukan hanya itu yang jadi orientasi hidupnya.

Namun lebih dari itu. Yaitu kebahagiaan abadi di yaumil akhir. Oleh karenanya. Untuk mendapatkannya, dia harus menjadikan bisnis yang dikerjakannya itu sebagai ladang ibadah dan menjadi pahala di hadapan Allah.

Hal itu terwujud jika bisnis atau apapun yang kita lakukan selalu mendasarkan pada aturan-Nya yaitu syariah Islam.

 

Hal- Hal yang Harus diperhatikan Dalam Bisnis Syariah

Najsy yakni penawaran palsu atau tidak sesuai realita jasa dan barang.
Ba’i al-madum adalah merupakan penjualan atas barang (Efek yang belum dimiliki). Pada hal ini adalah broker yang tidak bertanggung jawab.

Jadi kalau menjadi broker sebaiknya sudah dimiliki atau sudah diberi tanggungjawab oleh pemilik barang.

Insider trading yaitu menggunakan informasi orang dalam untuk memperoleh keuntungan. Sama saja kebohongan,

karena belum tentu itu benar. Salah satu contoh adalah menggunakan testimoni orang suruhan.
Menyebarkan informasi yang menyesatkan, merugikan dan meresahkan
Margin Trading, yakni transaksi atas Efek dengan Fasilitas pinjaman berbunga atas kewajiban penyelesaian pembelian Efek tersebut.

Ihtikar (penimbunan) yaitu pengumpulan suatu Efek untuk menyebabkan perubahan harga Efek dengan tujuan mempengaruhi pihak lain.

Jangan sekali- kali menimbun barang saat murah dan menjualnya saat harga mahal. Itu dilarang.

Demikian artikel cerdasakuntansi.com mengenai Pengertian Bisnis Syariah : Prinsip Dasar, dan Peluangnya, semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat. Terima kasih

Baca juga :

Akuntansi Manajemen : Akuntansi Biaya, Tujuan dan Fungsi
Pengertian Dokumen : Akumulasi Biaya dan Overhead
ISO Adalah : Tujuan, Manfaat, dan Jenis – Jenis ISO
Pengertian Efektivitas : Kriteria, Aspek, dan Contohnya
CRM Adalah : Fungsi dan Tujuan, Komponen, serta Tahapan CRM
Evaluasi Adalah : Tujuan, Fungsi, dan Tahapan Evaluasi
Manajemen Kinerja Adalah : Manfaat, dan Syarat-Syarat, Tujuannya
HRD Adalah : Fungsi dan Tugasnya
Manajemen SDM Adalah : Unsur, Faktor dan Tahapan
Etika Adalah : Pengertian dan Jenisnya
Metode Harga Pokok Pesanan : Syarat dan Kelebihannya
Target Costing Adalah : Tujuan, Kegunaan dan Tahapan
Pengertian PPBS : Planning Programing Budgeting System
Laporan Cash Flow : Elemen, Metode, Manfaat dan Contohnya
Kualitas Adalah : Indikator dan Manfaat
Analisa Resiko : Pengertian dan Probabilitasnya
Estimasi Biaya : Metode, Manfaat dan Contoh
Perkembangan Akuntansi
Pengertian Akuntansi Manajemen dan Manfaatnya
Pengertian Supply Chain Management : Komponen, Tujuan dan Proses
Marketing Adalah : Fungsi dan Konsepnya
Bank Adalah : Sumber Dana Bank
Laporan Keuangan Adalah : Tujuan, Jenis , Unsur dan Manfaat
Perusahaan dagang Adalah : Ciri, Jenis dan Kegiatan
Break Even Point Adalah : Analisis, Faktor dan Rumus
Pasar Uang Adalah : Instrumen dan Jenis
Manajemen File Adalah : Arsitektur, Manfaat dan Fungsi
Grafik Adalah : Tujuan dan Fungsi
Manajemen Personalia Adalah : Tujuan, Fungsi dan Tugas
Manajemen Informatika Adalah : Ruang Lingkup

Leave a Reply

Your email address will not be published.