Pengertian Riba : Dampak, Jenis, Dalil Yang Melarang dan Bahayanya

Posted on
Pengertian RibaDampak, Jenis, Dalil Yang Melarang dan Bahayanya

Pengertian Riba – Dampak, Jenis, Dalil Yang Melarang dan Bahayanya

Menurut bahasa riba yang berarti tambahan (ziyadah-Arab, addition-Inggris). Sedangkan menurut istilah, riba berarti pengambilan tambahan

dari harta pokok sebagai syarat terjadinya suatu taransaksi. Sedangkan menurut Al Jurjani merumuskan riba sebagai kalebihan / tambahan

pembayaran tanpa ada ganti / imbalan, yang disyaratkan bagi salah seorang dari dua orang yang membuat akad (transaksi).

 

Dampak Riba

Adapun dampak dari praktek riba antara lain :

Dapat Menyebabkan eksploitasi (pemerasan) oleh si kaya terhadap si miskin.
Modal besar yang dikuasai pemilik modal tidak disalurkan kepada usaha-

usaha yang produktif, tetapi justru disalirkan dalam perkreditan berbunga yang belum produktif.
Dapat menyebankan kebangkrutan usaha.

Jenis-Jenis Riba

a) Riba Fudul

Penukaran dua barang sejenis dalam jumlah yang tidak sama. Contoh : menukar 2 gram emas dengan 2,5 gram emas yang sama.

b) Riba Qardi
Riba dalam bentuk hutang piutang atau juga pinjaman dengan syarat ada tambahan atau keuntungan bagi yang memberi pinjaman. Contoh : si A

memberikan pinjaman uang Rp 10.000 kepada si B dengan syarat si B harus mengembalikan sebesar Rp 11.000.

c) Riba Yad
Riba yang dilakukan dalam transaksi jual beli yang belum diserah terimakan namun oleh si pembeli sudah dijual lagi kepada orang lain.

Contoh : si A menjual motor kepada si B tetapi si B belum menerima motor tersebut, tetapi si B sudah menjual motor tersebut kepada si C

d) Riba Nasa (Nasiah)
Riba dalam cara melipat gandakan tambahan karena penundaan waktu pembayaran. Contoh : si A memberikan pinjaman kepada si B sebesar Rp

100.000 dan harus dikembalikan minggu depan, dan ketika sudah jatuh tempo si B tidak bisa mengembalikannya maka si A memperpanjang waktu

pembayarannya menjadi satu minggu lagi dengan syarat si B harus mengembalikan sebesar Rp 110.000.

 

Dalil yang Melarang Riba

QS Al Baqarah ayat 275
Artinya Ialah : Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan

lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli

itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan

dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan

urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

 

QS Al Baqarah ayat 276

Artinya ialah : Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. (Qs Al Baqarah : 276)

QS Al Baqarah ayat 278

Artinyaialah : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. (Qs Al Baqarah : 278)

 

Bahaya Riba bagi Kehidupan Manusia

Hamka mengungkapkan bahaya riba, ialah riba merupakan suatu kejahatan yang meruntuhkan hakikat dan tujuan Islam dan iman. Riba

menyebabkan hancurnya ukhuwah di antara orang yang beriman dan juga perselisihan antara sesama manusia. Riba merupakan benar-benar

pemerasan manusia terhadap manusia yang lain. Segelintir orang yang menghisap riba dengan enak-enaknya menggoyang-goyangkan kakinya dan

dari tahun ke tahun mereka menerima kekayaan yang berlimpah dengan tidak bekerja sama sekali. Sementara orang yang dihisap riba memeras

keringat hanya untuk menambah kekayaan orang lain, seolah-olah dia menjadi budak dan sapi perahan.
Allah SWT mengingatkan tentang bahaya riba ini di dalam firmannya QS. Al Baqarah ayat 275, yang artinya Orang-orang yang memakan riba itu

tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila…. Dalam ayat ini dijelaskan

bagaimana keadaan orang yang melakukan riba, yakni merasakan kesusahan dan gelisah walaupun penghasilan dari riba sudah begitu besar.

Orang-orang ini diumpamakan sebagai orang yang kacau, gelisah, resah karena kerasukan syaitan.

Salah satu ekonom kapitalis sendiri, Keynes, menyebutkan bahwa riba (maksudnya suku bunga) hanyalah angan-angan manusia belaka, manusia

dipaksa untuk menerima riba sebagai sesuatu yang baik dan wajar padahal sebenarnya tidak demikian. Lebih fatal lagi riba telah menyebabkan

inefisiensi dan juga ketidakproduktifan di dalam masyarakat. Riba akan menyebabkan sebagian masyarakat berperilaku malas, eksploitatif dan juga spekulatif.

Demikian artikel cerdasakuntansi.com mengenai Pengertian Riba : Dampak, Jenis, Dalil Yang Melarang dan Bahayanya, semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih

Baca Juga :

Analisis Data Adalah : Tujuan, Macam, Jenis
Manajemen Agribisnis : Fungsi dan Contoh
Manajemen Operasional Adalah : Tujuan, Ciri, Fungsi dan Ruang Lingkup
Komunikasi Adalah : Para Ahli, Macam dan Jenis
Frontliner Adalah : Tugas, Jenis, Syarat
Investasi adalah : Tujuan, Jenis dan Manfaat
Customer Service Adalah : Fungsi dan Tugasnya
Teller Bank Adalah : Fungsi, Tugas dan Syarat
Distribusi Adalah : Fungsi, Tujuan, Jenis, Contoh
Pengertian Anggaran : Tipe, Tujuan, Manfaat, Jenis
Pengertian Modal dan Contohnya
Analisis Data Adalah, Tujuan, Macam, Jenisnya
Pengertian Indikator : Macam dan Fungsi
NPWP Adalah, Fungsi, Manfaat
Arsip Adalah : Karakteristik dan Fungsi
Konsep Manajemen : Manfaat dan Tujuannya
Pengertian Ekonomi : Tujuan, Komponen, Faktor
Badan Usaha Adalah : Fungsi, Syarat, Jenis
Manfaat Jurnal : Pengertian, Fungsi, Macam
Pengertian Perusahaan Dagang : Tujuan, Ciri
Pengertian Manajemen, Fungsi dan Tujuan
Pengertian Piutang : Klasifikasi, Pencatatan, Penghapusan
Pengertian Koperasi : Karakteristik, Prinsip, Jenis dan perangkatnya
Manajemen Produksi Adalah : Unsur, tingkatan
Konsep Manajemen : Dasar Pemasaran, Fungsinya
Pengertian Komunikasi Bisnis : Tujuan, Fungsi, Bentuk, dan Unsurnya
Pengertian Bisnis : Makna dan Fungsinya
Pengertian Hukum Bisnis : dan Fungsinya
Pengertian Akuntansi Manajemen : Peran, Fungsi dan Contohnya
Komunikasi kantor : Unsur, Fungsi, Tujuan dan Tekniknya

Leave a Reply

Your email address will not be published.