Pengertian Produksi, Perilaku Produksi Dalam Islam dan Fungsinya

Posted on
Produksi Pengertian, Perilaku Produksi Dalam Islam dan Fungsinya
Pengertian Produksi, Perilaku Produksi Dalam Islam dan Fungsinya

Pengertian Produksi : Perilaku Produksi Dalam Islam dan Fungsinya

Pengertian Produksi adalah merupakan urat nadi dari rangkaian aktivitas ekonomi, yang mana tidak akan pernah ada aktivitas konsumsi. Distribusi ataupun perdagangan tanpa diawali oleh proses produksi. Maka itulah aktivitas produksi sangat penting dalam kehidupan manusia. Kegiatan produksi adalah kegiatan yang menghasilkan barang dan juga jasa. Maka untuk menghasilkan suatu barang atau jasa dibutuhkan keterlibatan banyak faktor produksi.

Pada umumnya faktor produksi melibatkan alam, tenaga kerja, modal dan kewirausahaan atau pengorganisasian. Keempat faktor produksi inilah yang menghasilkan barang dan juga jasa. dalam produksi akan timbul masalah juga bagaimana pengorganisasian faktor produksi serta penentuan harga input maupun output yang sesuai dengan tujuan dari produksi.

Pada ekonomi konvensional, teori produksi ditujukan untuk memberikan pemahaman tentang perilaku perusahaan dalam membeli dan menggunakan masukan untuk produksi dan juga menjual keluaran atau produk. Teori produksi juga menjelaskan tentang perilaku produsen untuk memaksimalkan keuntungannya maupun mengoptimalkan efisiensi produksinya. Memaksimalkan keuntungan atau efisiensi produksi tidak akan terlepas dari dua hal ialah : struktur biaya produksi dan juga revenue yang didapat. Demikian juga dengan permodalan yang bisa didapat dari pinjaman tanpa kompensasi dan juga dengan sistem bunga maupun dengan kerjasama.

Perilaku dalam produksi

a) Perilaku dalam produksi adalah sebagai berikut :
Dalm usaha bidang ekonomi tujuan utana adalah mencari keuntungan maksimum dengan mengatur penggunaan factor produksi seefisin mungkin, sehingga usaha memaksimumkan keuntungan dapat dicapai dengan cara yang paling efisien. dalam uasah seorang muslim belum tentu seperti itu, beberapa aspek dalam melakukan produksi oleh seorang muslim adalah :

Berproduksi adalah ibadah, sama saja seorang muslim mengaktualisasikan Ibadah bersama dengan bisnis yang dijalankan
Factor produksi yang digunakan untuk menyelenggarakan produksi sifatnya tidak terbatas, untuk menggunakan manusia perlu berusaha mengoptimalkan segala kemampuan yang telah Allah berikan. Pada Seorang muslim tidak akan kecil hati bahwa sesungguhnya rizki adalah dari Allah
Seorang muslim yakin bahwa Sesutu yang dikerjakan dengan ajaran islam tidak membuat hidupnya menjadi sulit.
Berproduksi bukan hanya mencari keuntungan belaka. Dalam islam harta adlah titipan Allah sebagai amanah untuk dikelola mencapai kemaslahatan.
Seorang muslim menghindari praktek produksi yang mengandung unsure haram atau riba, pasar gelap dan spekulasi..
Manusia atau para pengusaha hanya diamanahi oleh Allah untuk mengelola harta atau modal itu sehingga modal itu dapat berkembang. Terhadap perlakuan modal sebagai salah satu faktor produksi dan juga Islam memiliki terapi sebagai berikut: (Muhammad, 2004)

Islam mengharamkan penimbunan dan menyuruh membelanjakannya, juga Islam menyuruh harta yang belum produktif segera diputar, jangan sampai termakan oleh zakat.

Di samping Islam mengizinkan hak milik atas modal, Islam mengajarkan untuk berusaha dengan cara-cara lain agar modal tersebut jangan sampai terpusat pada beberapa tangan saja.

Islam mengharamkan peminjaman modal dengan cara menarik bunga islam mengharamkan penguasaan dan juga kepemilikan modal selain dengan cara-cara yang diizinkan syari’ah, seperti: kerja, hasil akad jual beli, hasil pemberian, wasiat dan waris.

Islam mewajibkan zakat atas harta simpanan atau juga harta pro­duktif dalam bentuk dagang pada setiap ulang tahun. Tidak boleh menggunakan modal dalam produksi secara boros.

Fungsi Produksi

a) Penjelasan Fungsi Produksi
Atas dasar-dasar yang matang tentang perilaku produsen yang sesuai dengan syari’at Islam, maka kita dapat melihat suatu fungsi produksi yang mencerminkan perilaku produsen Islami. Menurut Muhammad Abdul Mannan (1992) menjelaskan perilaku produksi tidak hanya menyandarkan pada kondisi permintaan pasar melainkan juga berdasarkan pertimbangan kemaslahatan. Pendapat ini didukung oleh M.M. Metwally (1992)

Demikian artikel cerdasakuntansi.com mengenai Perilaku Produksi Dalam Islam dan Fungsinya, semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih

Baca juga :

Akuntansi Manajemen : Akuntansi Biaya, Tujuan dan Fungsi
Pengertian Dokumen : Akumulasi Biaya dan Overhead
ISO Adalah : Tujuan, Manfaat, dan Jenis – Jenis ISO
Pengertian Efektivitas : Kriteria, Aspek, dan Contohnya
CRM Adalah : Fungsi dan Tujuan, Komponen, serta Tahapan CRM
Evaluasi Adalah : Tujuan, Fungsi, dan Tahapan Evaluasi
Manajemen Kinerja Adalah : Manfaat, dan Syarat-Syarat, Tujuannya
HRD Adalah : Fungsi dan Tugasnya
Manajemen SDM Adalah : Unsur, Faktor dan Tahapan
Etika Adalah : Pengertian dan Jenisnya
Metode Harga Pokok Pesanan : Syarat dan Kelebihannya
Target Costing Adalah : Tujuan, Kegunaan dan Tahapan
Pengertian PPBS : Planning Programing Budgeting System
Laporan Cash Flow : Elemen, Metode, Manfaat dan Contohnya
Kualitas Adalah : Indikator dan Manfaat
Analisa Resiko : Pengertian dan Probabilitasnya
Estimasi Biaya : Metode, Manfaat dan Contoh
Perkembangan Akuntansi
Pengertian Akuntansi Manajemen dan Manfaatnya
Pengertian Supply Chain Management : Komponen, Tujuan dan Proses
Marketing Adalah : Fungsi dan Konsepnya
Bank Adalah : Sumber Dana Bank
Laporan Keuangan Adalah : Tujuan, Jenis , Unsur dan Manfaat
Perusahaan dagang Adalah : Ciri, Jenis dan Kegiatan
Break Even Point Adalah : Analisis, Faktor dan Rumus
Pasar Uang Adalah : Instrumen dan Jenis
Manajemen File Adalah : Arsitektur, Manfaat dan Fungsi
Grafik Adalah : Tujuan dan Fungsi
Manajemen Personalia Adalah : Tujuan, Fungsi dan Tugas
Manajemen Informatika Adalah : Ruang Lingkup

Leave a Reply

Your email address will not be published.