Pengertian PPnBM : Dasar Hukum, Karakteristik, Rumus dan Contohnya

Posted on
Pengertian-PPnBM-Dasar-Hukum-Karakteristik-Rumus-dan-Contohnya

Pengertian PPnBM : Dasar Hukum, Karakteristik, Rumus dan Contohnya

Pengertian PPnBM merupakan pungutan resmi tambahan selain PPN atas : penyerahan BKP yang Tergolong Mewah yang dilakukan oleh PKP yang menghasilkan BKP tersebut di dalam Daerah Pabean atau juga atas impor Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah.

Dasar HukumDasar hukum PPnBM yaitu :

Pasal 5, Pasal 8 dan juga Pasal 10 UU PPN
PP Nomor 145 Tahun 2000
KMK-569/2000 sttd PMK-355/2003
KMK-570/2000 diganti dgn PMK-620/04
PMK-35/2008Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) merupakan pungutan resmi tambahan selain PPN atas : penyerahan BKP yang Tergolong Mewah yang dilakukan oleh PKP yang menghasilkan BKP tersebut di dalam Daerah Pabean atau juga atas impor Barang Kena Pajak Yang Tergolong Mewah.

Dasar HukumDasar hukum PPnBM yaitu :

Pasal 5, Pasal 8 dan juga Pasal 10 UU PPN
PP Nomor 145 Tahun 2000
KMK-569/2000 sttd PMK-355/2003
KMK-570/2000 diganti dgn PMK-620/04
PMK-35/2008

PPnBM dikenakan karena di latar belakangi oleh :

PPN yang bersifat regresif
Mengurangi pola Konsumsi yang kontra produktif
Sarana untuk melindungi produsen kecil dan tradisional;
Menambah penerimaan negara

Karakteristik PPnBM

PPn BM merupakan pungutan tambahan di samping PPN.
PPn BM hanya dikenakan satu kali (yaitu ; pada saat impor atau pada saat penyerahan BKPMewah oleh Pengusaha Kena Pajak Pabrikan).
PPn BM tidak bisa dikreditkan. Sehingga harus diperlakukan sebagai biaya.
Dalam hal BKP Mewah diekspor, PPn BM yang dibayar pada saat perolehannya dapatdiminta kembali/direstitusi.

Rumus Perhitungan PPnBM dan PPN di Indonesia

Untuk dapat melakukan perhitungan PPnBM, sebelumnya kita harus mengetahui terlebih dahulu tentang tarif PPN dan PPnBM di Indonesia. Tarif PPN saat ini sebesar 10% yang meliputi:

Ekspor BKP berwujud.
Ekspor BKP tidak berwujud.
Ekspor JKP.
Sedangkan untuk PPnBM, tarifnya diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori yaitu:

Tarif 10% untuk kendaraan bermotor kategori tertentu, alat rumah tangga, hunian mewah, alat pendingin, televisi, minuman non-alkohol.
Tarif 20% untuk kendaraan bermotor kategori tertentu, peralatan olahraga impor, berbagai jenis permadani, alat fotografi dan barang sanitary.
Untuk Tarif 25% untuk kendaraan bermotor berat dan berbahan bakar solar, contohnya minibus, combi, pick up.
Tarif 35% untuk minuman bebas alkohol, batu kristal, barang berbahan kulit impor, barang pecah belah, bus.
Nah, setelah mengetahui tarif PPN dan PPnBm di atas, selanjutnya mari kita mempelajari cara perhitungan PPnBM. Salah satu rumus mudah untuk menghitung PPN adalah:

Keterangan : PPN = Tarif PPN x (Harga Barang – PPnBM)
Untuk memudahkan pemahaman wajib pajak mengenai jenis pajak satu ini, mari kita lihat beberapa contoh soal di bawah ini:

Contoh 1

Bapak Ahmad ialah seorang pengusaha di bidang produksi film. Pada suatu saat beliau akan membeli sebuah mobil sport mewah dengan harga Rp900.000.000. Berdasarkan DPP, mobil tersebut terkena tarif PPnBM sebesar 40%. Lalu, berapakah nilai uang yang harus dibayarkan Bapak Ahmad untuk membawa masuk mobilnya ke Indonesia?

Keterangan : PPN = Tarif PPN x (Harga Barang – PPnBM)
PPN = 10% x (Rp900.000.000 – (Rp900.000.000 x 40%))
PPN = 10% x (Rp900.000.000 – 360.000.000)
PPN = 10% x Rp540.000.000 =Rp54.000.0000

Jadi total harga mobil yang harus dibayarkan Bapak Ahmad, ialah :

Harga Mobil + PPN + PPnBM = Rp1.314.000.000

Contoh 2

PT Irsyadin Jaya merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai macam barang elektronik mewah seperti AC dan lemari pendingin. Barang yang dapat diproduksi di sini termasuk dalam kategori barang mewah dengan tarif PPnBM sebesar 20%.

Pada bulan Desember tahun 2017, PT Irsyadin Jaya menjual lemari pendingin ke Toko Ahmad dengan sebanyak 30 unit dengan harga jual per barang sekitar Rp6.000.000. Lalu, Ada berapakah nilai PPN dan juga PPnBm yang harus dipungut dan dibayarkan PT Irsyadin Jaya ke pemerintah?

Keterangan : PPN = Tarif PPN x (harga barang – PPNBM)
PPN = 10% x ((30 x Rp6.000.000) – (harga barang total x 40%))
PPN = 10 % x (Rp180.000.000 – (Rp180.000.000 x 40%))
PPN = 10% x 108.000.000 = Rp10.800.000

Jadi dapat Artinya, total pajak yang harus dibayar PT Irsyadin Jaya adalah Rp10.800.000.

Demikaian artikel cerdasakuntansi.com mengenai Pengertian PPnBM : Dasar Hukum, Karakteristik, Rumus dan Contohnya, semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih

Baca Juga :

Subjek Pajak Adalah
Pengertian SPT : Fungsi, Prosedur dan Jenisnya
Pengertian PPnBM : Dasar Hukum, Karakteristik, Rumus dan Contohnya
Pengertian PPh : Rumus PPh dan cara Menghitungnya
Penjelasan Laporan Keuangan : (Fiskal dan Komersial), Perbedaannya
Pengertian pajak : PPh pasal 21, 22, 23, 29, 25 dan Cara Pembayarannya
PPN : Mekanisme, Fungsi dan Sifat
PSAK 14 : Pengertian Persediaan, Jenis dan Fungsinya
Pengertian Rekonsiliasi Fiskal : Langkah, Fungsi dan Jenis
Pengertian Rekonsiliasi Fiskal : Jenis, Fungsi dan Pendekatannya
Akuntansi Perpajakan Adalah, Fungsi, Prinsip, Peran, Sifat dan Tugasnya
Pajak Tangguhan adalah, Manfaat, Konsep dan Contoh
Pajak Adalah, Sejarah dan Jenisnya
Akuntansi Pajak adalah, Tujuan dan Bentuknya
Aset Adalah : Jenis, Siklus, Perencanaan dan Penggunaannya