Pengertian Bisnis Syariah dan Etika Bisnis Islami

2 min read

Bisnis Syariah, Pengertian Etika Bisnis Islami
Bisnis Syariah, Pengertian Etika Bisnis Islami
Pengertian Bisnis Syariah dan Etika Bisnis Islami

Pengertian Bisnis Syariah

Etika Bisnis Islami merupakan suatu proses dan upaya untuk mengetahui hal-hal yang benar dan salah yang selanjutnya tentu melakukan hal yang

benar berkenaan dengan produk, pelayanan perusahaan dengan pihak yang berkepentingan dengan tuntutan perusahaan.

Dalam mempelajari kualitas moral kebijaksanaan organisasi. Konsep umum dan juga standar untuk perilaku moral dalam bisnis, berperilaku

penuh tanggung jawab dan bermoral. Artinya, etika bisnis islami merupakan suatu kebiasaan atau budaya moral yang berkaitan dengan kegiatan bisnis suatu perusahaan.

Dalam membicarakan etika bisnis islami adaah menyangkut “Bussines Form” dan atau “Business Person”, yang mempunyai arti yang bervariasi. Berbisnis berarti suatu usaha yang menguntungkan. Jadi etika bisnis islami

adalah studi tentang seseorang atau organisasi melakukan usaha atau kontak bisnis yang saling menguntungkan sesuai dengan nilai-nilai ajaran islam.

Bisnis pada perspektif Islam tidak demi keuntungan dunia semata. Tetapi sebagai sarana tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan antara penjual dan pembeli. Pada demikian, penjual berpeluang mendapat keuntungan dunia dan akhirat.

Tujuan bisnis didalam islam adalah memperoleh falah, yaitu kemenangan dan kesejahteraan.

Bisnis dalam perspektif Islam Ialah halal (permitted). Tentu saja pada umat Islam yang mempraktikkan etika bisnis sesuai dengan tuntunan Islam.

Jadi umat Islam yang ingin berkecimpung dalam bisnis diwajibkan mempelajari etika bisnis sesuai dengan tuntunan Islam tersebut.

Bila tidak, niscaya risikonya akan ditanggung oleh yang bersangkutan di dunia dan akhirat. Oleh sebab itu, Islam telah menetapkan etika bisnis

tersebut secara gamblang, bahkan telah dipraktikkan secara langsung oleh Rasulullah SAW. Dalam konteks ini Rasulullah SAW ialah model pelaku bisnis yang seharusnya dijadikan teladan.

Sejumlah etika bisnis telah dipraktikkan oleh Rasulullah SAW. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

Penjual diharuskan bertindak jujur. Penjual dilarang keras membohongi pembeli. Dalam hal barang dagangan terdapat cacat, rusak, kualitasnya rendah dan lainnya penjual diharuskan memberitahukannya kepada pembeli.

Penjual diharuskan menjauhi sumpah yang berlebihan, Misalnya, demi Allah barang ini saya jual tanpa mengambil keuntungan sama sekali. Apalagi kalau motifnya sengaja memengaruhi pembeli agar membeli

barang dagangannya. Rasulullah SAW bersabda, “Sumpah yang berlebihan sewaktu berjualan berpotensi mengurangi keberkahan dalam barang dagangannya.”

Penjual diharuskan memastikan ukuran, takaran, dan/atau timbangan barang yang dijualnya benar-benar sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Penjual dilarang keras mengurangi ukuran, takaran, dan atau timbangan barang yang dijualnya. Allah dan Rasul-Nya mengecam penjual yang berbuat curang.

Penjual dan pembeli tidak dirugikan, Kedua pihak diharuskan sama-sama ridha saat melakukan transaksi hingga tidak ada satu pihak pun yang

dirugikan. Dengan begitu, penjual tidak diperbolehkan memengaruhi pembeli secara berlebihan. Pembeli sebaiknya diberikan kebebasan untuk memutuskan: membeli atau tidak membeli.

Kelonggaran Hutang Piutang pembeli yang belum mampu membayar barang yang dibelinya secara tunai. Sebaiknya diberikan kelonggaran

hingga yang bersangkutan mampu membayarnya. Bila yang bersangkutan tidak mampu membayarnya penjual disarankan untuk merelakannya.

Pembeli yang membayar di muka dijamin memiliki barang yang dibelinya, Dengan begitu, penjual dilarang keras menjual barang tersebut kepada

pembeli lainnya sebelum diserahkan terlebih dahulu kepada pembeli yang membayar di muka.

Penjual dilarang keras menimbun dan juga memonopoli. Larangan timbun dan monopoli barang dagangan. Lebih-lebih bila barang tersebut berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.

Demikian artikel cerdasakuntansi.com mengenai Pengertian Etika Bisnis Syariah, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan dapat bermanfaat. Terima kasih

Baca Juga :

Analisis Data Adalah : Tujuan, Macam, Jenis
Manajemen Agribisnis : Fungsi dan Contoh
Manajemen Operasional Adalah : Tujuan, Ciri, Fungsi dan Ruang Lingkup
Komunikasi Adalah : Para Ahli, Macam dan Jenis
Frontliner Adalah : Tugas, Jenis, Syarat
Investasi adalah : Tujuan, Jenis dan Manfaat
Customer Service Adalah : Fungsi dan Tugasnya
Teller Bank Adalah : Fungsi, Tugas dan Syarat
Distribusi Adalah : Fungsi, Tujuan, Jenis, Contoh
Pengertian Anggaran : Tipe, Tujuan, Manfaat, Jenis
Pengertian Modal dan Contohnya
Analisis Data Adalah, Tujuan, Macam, Jenisnya
Pengertian Indikator : Macam dan Fungsi
NPWP Adalah, Fungsi, Manfaat
Arsip Adalah : Karakteristik dan Fungsi
Konsep Manajemen : Manfaat dan Tujuannya
Pengertian Ekonomi : Tujuan, Komponen, Faktor
Badan Usaha Adalah : Fungsi, Syarat, Jenis
Manfaat Jurnal : Pengertian, Fungsi, Macam
Pengertian Perusahaan Dagang : Tujuan, Ciri
Pengertian Manajemen, Fungsi dan Tujuan
Pengertian Piutang : Klasifikasi, Pencatatan, Penghapusan
Pengertian Koperasi : Karakteristik, Prinsip, Jenis dan perangkatnya
Manajemen Produksi Adalah : Unsur, tingkatan
Konsep Manajemen : Dasar Pemasaran, Fungsinya
Pengertian Komunikasi Bisnis : Tujuan, Fungsi, Bentuk, dan Unsurnya
Pengertian Bisnis : Makna dan Fungsinya
Pengertian Hukum Bisnis : dan Fungsinya
Pengertian Akuntansi Manajemen : Peran, Fungsi dan Contohnya
Komunikasi kantor : Unsur, Fungsi, Tujuan dan Tekniknya

Leave a Reply

Your email address will not be published.