Pengertian Biaya Tenaga Kerja : Penggolongan, Elemen, Komponen

Posted on
Biaya Tenaga Kerja adalah, Penggolongan, Elemen, Komponen
Pengertian Biaya Tenaga Kerja : Penggolongan, Elemen, Komponen

Pengertian Biaya Tenaga Kerja : Penggolongan, Elemen, Komponen

Pengertian Biaya tenaga kerja Adalah biaya yang dikeluarkan untuk membayar para pekerja dan pegawai yang bekerja pada suatu perusahaan.
Penggolongan tenaga kerja :

1

Penggolongan menurut fungsi pokok dalam perusahaan.

2

Penggolongan menurut kegiatan departemen dalam perusahaan.

3

Penggolongan menurut jenis pekerjaannya.

4

Penggolongan menurut hubungannya dengan produk.

Pada hubungannya dengan produk, tenaga kerja digolongkan menjadi tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung.

Tenaga kerja langsung adalah semua karyawan secara langsung ikut serta dalam proses produksi produk jadi, yang dapat ditelusuri secara langsung pada produk.

Upah tenaga kerja langsung bisa diperlakukan sebagai biaya tenaga kerja langsung dan juga diperhitungkan langsung sebagai unsur biaya produksi.
tenaga kerja tidak langsung adalah karyawan yang secara tidak langsung ikut serta pada proses produk jadi.

Upah dari tenaga kerja tidak langsung ini disebut dengan biaya tenaga kerja tidak langsung. Dan tetapi tidak secara langsung dibebankan kepada produk melainkan melalui tarif biaya overhead pabrik yang ditentukan dimuka.

Elemen biaya tenaga kerja

a) Gaji dan Upah Reguler

Gaji dan Upah regular yang biasa diterima tenaga kerja dihitung berdasarkan waktu jam kerja atau unit produksi dikalikan dengan tariff upah yang telah ditentukan.

Waktu jam kerja pada umumnya ditentukan dalam jam kerja / mesin atau hari kerja.

Akuntansi biaya gaji dan juga upah dilakukan dalam empat tahap pencatatan berikut ini:

a. Tahap pertama, berdasarkan kartu hadir karyawan (baik karyawan produksi, pemasaran maupun administrasi dan umum), bagian pembuatan daftar gaji dan upah kemudian membuat daftar gaji dan upah Karyawan.

Pada daftar gaji dan upah tersebut kemudian dibuat rekapitulasi gaji. Upah untuk mengelompokkan gaji dan juga upah tersebut menjadi: gaji dan upah karyawan pabrik, gaji dan upah karyawan administrasi dan umum, serta dan upah karyawan pemasaran.

Gaji dan upah karyawan pabrik dirinci lagi ke dalam upah karyawan langsung dan juga karyawan tak langsung dalam hubungannya dengan produk Atas dasar rekapitulasi gaji dan upah tersebut, Jurnalnya adalah sebagai berikut :

Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Xx

Biaya Overhead Pabrik xx

Biaya Administrasi & Umum xx

Biaya Pemasaran xx

Gaji dan Upah xx

b. Tahap kedua, atas dasar daftar gaji dan jug upah tersebut Bagian Keuangan membuat bukti kas keluar dan cek untuk pengambilan uang dari bank. Atas dasar bukti kas yang keluar tersebut, Jurnalnya ialah sebagai berikut :

Gaji dan Upah xx

Utang PPh Karyawan xx

Utang Gaji dan Upah xx

c. Tahap ketiga, Setelah cek diuangkan di bank, uang gaji dan upah kemudian dimasukkan ke dalam amplop gaji dan upah tiap karyawan. Uang gaji dan juga upah karyawan kemudian dibayarkan oleh juru bayar kepada tiap karyawan yang berhak.

Tiap karyawan menandatangani daftar gaji serta upah sebagai bukti telah diterimanya gaji dan upah mereka setelah. Setiap karyawan dapat mengambil gaji dan juga upahnya, atas dasar daftar gaji dan upah yang telah ditandatangani karyawan, Jurnalnya adalah sebagai berikut :
Utang Gaji dan Upah xx

Kas xx

d. Tahap keempat, penyetoran pajak penghasilan (PPh) karyawan ke Kas Negara. Jurnalnya adalah sebagai berikut :

Utang PPh karyawan xx

Kas xx

Upah Lembur

Upah lembur akan diberikan kepada tenaga kerja yang bekerja diluar jam kerja yang telah ditetapkan. Alasan kerja lembur tersebut umumnya ialah untuk mengejar target suatu pekerjaan. Perintah kerja lembur ini pada umumnya diberikan oleh pejabat yang berwenang.

Dan biasanya tariff lembur akan ditetapkan lebih besar dari tariff jam kerja biasa.

jika karyawan bekerja lebih dari 40 jam satu minggu, maka mereka berhak menerima uang lembur dan juga premi lembur. Contohnya dalam satu minggu seorang karyawan bekerja selama 44 jam dengan tarif upah (dalam jam kerja biasa maupun lembur) Rp600 per jam.

Premi lembur dihitung sebesar 50% dari tarif upah. Upah karyawan tersebut dihitung sebagai berikut ini :

Jam biasa 40 x Rp600 = Rp24.000

Lembur 4 x Rp600 = 2.400

Premi lembur 4 x Rp300 = 1.200

Jumlah upah karyawan tersebut satu minggu = Rp27.600

Insentif atau Bonus

Insentif dan bonus diberikan kepada tenaga kerja yang telah bekerja pada tingkat produktivitas yang lebih tinggi dari yang ditargetkan.

Di samping itu pembayaran gaji dan juga upah kepada tenaga kerja dapat pula berupa tunjangan kesejahteraan sosial tenaga kerja, antara lain tunjangan isteri-anak,

tunjangan transportasi, tunjangan kesehatan, asuransi kecelakaan kerja, asuransi kematian, dan tabungan hari tua. Gaji dan juga upah yang dibayarkan kepada tenaga kerja meliputi penjumlahan dari gaji / upah, insentif, dan tunjangan dikurangi dengan potongan-potongan. Potongan gaji dan upah umumnya antara lain berupa pajak penghasilan karyawan, premi asuransi yang ditanggung tenaga kerja, iuran pensiun dan angsuran pinjaman karyawan

Komponen Biaya Tenaga Kerja

Biaya tenaga kerja merupakan salah satu dari tiga elemen biaya produksi.
Elemen biaya produksi:

a) Biaya bahan baku

adalah besarnya nilai bahan baku yang digunakan ke dalam proses produksi untuk diubah menjadi barang jadi.

b) Biaya tenaga kerja

adalah besarnya nilai tenaga kerja yang terjadi untuk penggunaan tenaga kerja dalam rangka mengolah bahan baku menjadi barang jadi.

c) Biaya overhead pabrik

adalah nilai sumber daya produksi selain bahan baku dan tenaga kerja langsung.

Produktivitas dan Biaya Tenaga Kerja

Produktifitas tenaga kerja menggambarkan hubungan antara output yang dihasilkan oleh tenaga kerja dan input yang digunakan. Output dapat meliputi barang atau jasa yang dihasilkan. Input merupakan sumber daya ekonomis yang juga dapat meliputi barang atau jasa yang dikorbankan.

a) Produktivitas dinyatakan meningkat apabila sesuai dengan hal-hal berikut:

1

Output bertambah dengan input yang sama.

2

Output tetap dengan input yang semakin kecil.

3

Output bertambah dengan input yang lebih kecil.

4

Output dan input bertambah dengan proporsi penambahan output yang lebih besar dibandingka dengan penambahan input.

5

Output dan input berkurang dengan proporsi pengurangan output yang lebih kecil dibandingkandengan pengurangan input.

Demikian artikel cerdasakuntansi.com mengenai Pengertian Biaya Tenaga Kerja : Penggolongan, Elemen, Komponen , Produktivitas dan Perencanaannya, semoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat. Terima kasih

Baca juga :

Inkaso Adalah : Jenis, Manfaat dan Contoh
Audit Adalah : Jenis, Tujuan dan Contoh
Pengertian Biaya Tenaga Kerja : Penggolongan, Elemen, Komponen
Pengertian Akuntansi Biaya : Konsep dan Fungsinya
Pengertian Uang : Jenis, Fungsinya
Manajemen keuangan : Tujuan, Peranan dan Fungsinya
Pengertian Biaya Overhead Pabrik dan Jenisnya
Akutansi Biaya, Aktual, Estimasi Biaya
Job Order Costing : Sistem Perhitungan Biaya
Perilaku Biaya : Dalam Operasional Entitas
Biaya Mutu : Dalam Proses Produksi
Sistem Informasi Akuntansi : Daftar Akun, Pemrosesan dan Sensitifitas
Perhitungan Biaya : Sistem Akuntansi Biaya
Akumulasi Biaya dan Sistem Perhitungan Biaya
Pengertian Akuntansi Biaya : Penetapan Harga, dan Penentuan Laba
Biaya Produksi Adalah : Unsur, Tujuan, Jenis, Cara Menghitung
Harga Pokok Adalah : Metode , Karakteristik, Syarat dan Contohnya
Transaksi Adalah : Jenis dan Bukti

Leave a Reply

Your email address will not be published.