Pengertian Bank Syariah : Fungsi dan Prinsip

2 min read

Bank Syariah : Pengertian, Fungsi dan Prinsip
Bank Syariah : Pengertian, Fungsi dan Prinsip

Pengertian Bank Syariah : Fungsi dan Prinsip

Bank Syariah adalah lembaga keuangan negara yang memberikan kredit dan juga jasa-jasa lainnya di dalam lalu lintas pembayaran. Dan juga peredaran uang yang beroperasi dengan menggunakan prinsip – prinsip syariah dan islam.

Fungsi Bank Syariah

a) Berikut fungsi dari Bank Syariah :
• Fungsi Bank Syariah untuk Menghimpun Dana Masyarakat
• Fungsi Bank Syariah adalah sebagai Penyalur Dana Kepada Masyarakat
• Fungsi Bank Syariah memberikan Pelayanan Jasa Bank
Prinsip Bank Syariah

Prinsip syariah lebih terang dijelaskan dalam pasal 1 butir 13 UU menyebutkan sebagai berikut:

Prinsip syariah ialah aturan perjanjian berdasarkan hukum islam antara Bank dan juga pihak lain. Untuk penyimpanan dana atau pembiayaan

kegiatan usaha atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah antara lain pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil

(mudharabah), pembiayaan berdasarkan penyertaan modal (musyarakah), prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah),

atau pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa pilihan (ijarah)atau dengan adanya pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihal bank oleh pihal lain (ijarah wa iqtina).

Prinsip-Prinsip Islam dalam Transaksi Keuangan Syariah

a) Mudharabah

Ialah akad kerja sama antara shahibul maal (pemilik modal) dan mudharib (pengelola dana) yang pembagian keuntungannya berdasarkan bagi hasil menurut kesepakatan awal.

Apabila usaha yang dijalankan mengalami kerugian, seluruh kerugian ditanggung shahibul maal, kecuali ditemukan adanya kelalaian atau kesalahan yang diperbuat mudharib, seperti penyelewengan, kecurangan, dan penyalahgunaan dana.

Prinsip mudharabah dibagi menjadi dua, yakni mudharabah mutlaqah dan juga mudharabah muqayyadah.

b) Musyarakah

Musyarakah ialah akad kerja sama di antara dua atau lebih shahibul maal untuk mendirikan usaha bersama dan bersama-sama mengelolanya. Perihal keuntungan dibagi sesuai kesepakatan. Sedangkan kerugiannya ditanggung menurut kontribusi modal masing-masing. Jenis – jenisnya ada empat , ialah

• Syirkah Mufawadhah
• Syirkah ‘inan
• Syirkah a’mal
• Syirkah Wujuh

c) Wadiah

Ialah titipan murni dari satu pihak ke pihak lain. Prinsip wadiah digolongkan menjadi dua macam. Ialah Wadiah Yad Amanah dan Wadiah Yad dhamanah. Keduanya berbeda: Wadiah Yad Amanah bisa diartikan si penerima wadiah tidak bertanggung jawab jika ada kehilangan dan kerusakan pada wadiah yang bukan disebabkan kelalaian atau kecerobohan penerima wadiah.

Sementara dalam Wadiah Yad dhamanah, si penerima wadiah boleh menggunakan wadiah atas seizin pemiliknya dengan syarat dapat mengembalikan wadiah secara utuh kepada pemiliknya.

d) Murabahah

Murabahah yang berarti akad jual beli yang melibatkan bank dengan nasabah yang disepakati kedua belah pihak.

e) Salam

Adalah transaksi jual beli suatu barang tertentu antara pihak penjual dan pembeli dengan harga yang terdiri atas harga pokok barang dan keuntungan yang ditambahkannya telah disepakati bersama.

f) Istishna

dapat diartikan sebagai transaksi jual beli yang hampir sama dengan prinsip salam. Ialah jual beli dan juga penyerahan yang dilakukan kemudian. Sedangkan penyerahan uangnya bisa dicicil atau ditangguhkan.

g) Ijarah

Prinsip ijarah merupakan akad pemindahan hak guna barang atau jasa dengan pembayaran upah sewa tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan.

h) Qardh

Prinsip yang satu ini ialah perjanjian pinjam-meminjam uang atau barang yang dilakukan tanpa ada orientasi keuntungan. Tetapi, pihak bank sebagai pemberi pinjaman boleh meminta ganti biaya yang diperlukan dalam kontrak Qardh.

i) Hawalah/Hiwalah

Prinsip hawalah diartikan sebagai pengalihan utang dari orang yang berutang kepada orang lain yang wajib menanggungnya.

j) Wakalah

Prinsip wakalah timbul sebab salah satu pihak memberikan suatu objek perikatan. Yang berbentuk jasa atau bisa juga disebut sebagai meminjamkan dirinya untuk melakukan sesuatu atas nama diri pihak lain

Demikian artike cerdasakuntansi.com mengenai Pengertian Bank Syariah : Fungsi dan Prinsip, semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih 

Baca Juga :

Analisis Data Adalah : Tujuan, Macam, Jenis
Manajemen Agribisnis : Fungsi dan Contoh
Manajemen Operasional Adalah : Tujuan, Ciri, Fungsi dan Ruang Lingkup
Komunikasi Adalah : Para Ahli, Macam dan Jenis
Frontliner Adalah : Tugas, Jenis, Syarat
Investasi adalah : Tujuan, Jenis dan Manfaat
Customer Service Adalah : Fungsi dan Tugasnya
Teller Bank Adalah : Fungsi, Tugas dan Syarat
Distribusi Adalah : Fungsi, Tujuan, Jenis, Contoh
Pengertian Anggaran : Tipe, Tujuan, Manfaat, Jenis
Pengertian Modal dan Contohnya
Analisis Data Adalah, Tujuan, Macam, Jenisnya
Pengertian Indikator : Macam dan Fungsi
NPWP Adalah, Fungsi, Manfaat
Arsip Adalah : Karakteristik dan Fungsi
Konsep Manajemen : Manfaat dan Tujuannya
Pengertian Ekonomi : Tujuan, Komponen, Faktor
Badan Usaha Adalah : Fungsi, Syarat, Jenis
Manfaat Jurnal : Pengertian, Fungsi, Macam
Pengertian Perusahaan Dagang : Tujuan, Ciri
Pengertian Manajemen, Fungsi dan Tujuan
Pengertian Piutang : Klasifikasi, Pencatatan, Penghapusan
Pengertian Koperasi : Karakteristik, Prinsip, Jenis dan perangkatnya
Manajemen Produksi Adalah : Unsur, tingkatan
Konsep Manajemen : Dasar Pemasaran, Fungsinya
Pengertian Komunikasi Bisnis : Tujuan, Fungsi, Bentuk, dan Unsurnya
Pengertian Bisnis : Makna dan Fungsinya
Pengertian Hukum Bisnis : dan Fungsinya
Pengertian Akuntansi Manajemen : Peran, Fungsi dan Contohnya
Komunikasi kantor : Unsur, Fungsi, Tujuan dan Tekniknya

Leave a Reply

Your email address will not be published.