Pengertian Bahan Baku : Perolehan, Penyimpanan

Posted on
Bahan Baku Adalah Perolehan, Penyimpanan
Pengertian Bahan Baku : Perolehan, Penyimpanan

Pengertian Bahan Baku : Perolehan, Penyimpanan

Pengertian Bahan Baku Adalah benda yang dapat dibuat sesuatu, atau barang yang dibutuhkan untuk membuat sesuatu. Perusahaan selalu menghendaki jumlah bahan (persediaan) yang cukup agar proses produksi tidak terganggu.

Proses produksi dan juga kebutuhan bahan baku bervariasi sesuai dengan ukuran dan jenis industry dari perusahaan, pembelian dan penggunaan bahan baku biasanya meliputi langkah-langkah :

Untuk setiap produk dan variasi produk, insinyur menentukan rute (routing) untuk setiap produk, yang merupakan urtan orprai yang dilakukan, dan sekaligus menetapkan daftar bahan baku yang diperlukan, yang merupakan daftar kebutuhan bahan baku untuk setiap langkah pada urutan operasi tersebut.

Anggaran produksi ( production budget ) menyedikan rencana utama, darimana rincian mengenai bahan baku dikembangkan.

Bukti permintaan pembelian atau (purchase requisition) menginformasikan agen pembelian mengenai jumlah dan juga jenis bahan baku yang dibutuhkan.

Pesanan pembelian ( purchase order ) Ialah kontrak atas jumlah yang harus dikirimkan.

Laporan penerimaan (receiving report ) mengesahkan jumlah yang diterima, dan juga melaporkan hasil pemeriksaan dan pengujian mutu.

Bukti permintaan bahan baku (material requisition) memberikan wewenan. Bagi gudang untuk mengirimkan jenis dan juga jumlah tertentu dari bahan baku ke department tertentu pada waktu tertentu.

Kartu catatan bahan baku ( material record card ) mencatat pada saat penerimaan. Dan juga pengeluaran dari setiap jenis bahan baku dan berguna sebagai catatan persediaan perpetual.

Pembelian bahan baku

Pada oraganisasi besar, pembelian bahan baku biasanya dilakukan oleh departemen pembelian, yang dikealai oleh agen pembelian. Adapun tugas dari departemen pembelian adalah :

1

menerima bukti permintaan pembelian atas bahan baku, perlengkapan dan juga peralatan.

2

menyimpan informasi mengenai sumber pasokan harga dan jadwal pengapalan serta penghantaran

3

membuat dan menempatkan pesanan pembelian.

4

mengatur pelaporan diantara departemen penerimaan, pembelian dan juga akuntansi. Dibeberapa perusahaan, departemen pembelian memiliki fungsi tambahan yaitu menyetujui pembayaran atas setiap faktur yang diterima dari pemasok.

Biaya perolehan bahan baku

Harga yang tercantum pada faktur pemasok dan bahan transportasi adalah biaya pembelian barang yang paling jelas terlihat. Sementara, biaya yang tidak terlalu jelas kelihatan merupakan biaya yang bisa disebut biaya akuisisi, yaitu biaya untuk , melakukan fungsi pembelian, penerimaan, pembongkaran, pemeriksaan, asuransi, penyimpanan, dan akuntansi.

Diskon pembelian. Diskon perdagangan dan diskon pembelian dalam jumlah besar biasanya tidak dicatatat oleh catatan akuntansi mana pun. Melainkan, keduanya diperlukan sebagai pengurangan harga. adalah, harga yang dibayar ke pemasok dicatat pada harga sesudah diskon.

Beban Angkut Pembelian ( Freight-In). Beban angkut pembelian jelas merupakan biaya bahan baku, tetapi dapat muncul beberapa kesulitan praktis dalam akuntansi untuk biaya ini.

Biaya akuisisi dibebankan, bila biaya bahan baku akan memasukan biaya akuisisi, jadi suatu tarif pembebanan tertentu dapat dikenakan ke setiap faktur dan juga setiap item. Daripada membedakan biaya ini ke overhead pabrik.

Perhitungan biaya persediaan untuk pajak penghasilan. Dijelaskan Tax Reform Act tahun 1986 memasukan persyaratan perhitungan biaya persediaan yang baru. Aturan kapitalisasi yang seragam mengharuskan dikapitalisasinya beberapa biaya tertentu kedalam nilai persediaan. Padahal tadinya, biaya-biaya tersebut dapat dibedakan. Banyak kategori biaya, seperti tenaga kerja yang melakukan pengerjaan kembali, bahan baku sisa dan barang rusak, pembelian bahan baku, pergudangan, administrasi pabrik, gaji karyawan kantor yang berhubungan dengan jasa prosuksi, serta kelebihan biaya penyusutan diluar nilai yang dihitung untuk pelaporan keuangan, sekarang harus dikapitalisasi kedalam nilai persediaan untuk tujuan tersebut.

Penyimpanan dan penggunaan bahan baku

Bahan baku dan juga satu salinan laporan penerimaan dikirimkan kebagian gudang dari departemen penerimaan atau departemen pemeriksaan petugas gudang bertanggung jawab untuk mengamankan bahan baku,

menempatkannya di kota atau lokasi lain. Sampai yang  dibutuhkan, dan memastikan bahwa semua bahan baku yang dikeluarkan dari gudang sesuai dengan bukti permintaan bahan baku yang bersangkutan.

Akses untuk  gudang biasanya sangat ketat, dimana bahan baku dikeluarkan dari jendela berjeruji.

Demikian artikel cerdasakuntansi.com mengenai Pengertian Bahan baku : Perolehan , Penyimpanan dan Penggunaannya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat, terima kasih

Baca Juga :

Perbankan : Jenis, Fungsi, Tujuan dan Contohnya
Produk Bank Syariah : Manfaat Menggunakan Produk
Dasar Perbankan : Jenis dan Fungsinya
Sejarah Ekonomi, Perkembangan Ekonomi Islam
Etika Bisnis Syariah dan Penjelasannya
Ruang Lingkup Syariah, Pengertian dan Cirinya
Syariah, Prinsip, Rukun Jual Beli dan Manfaatnya
Manajemen Bisnis Syariah, Konsep, Ajaran Islam dan Landasan Pokok
Bank : Sejarah Sistem Perbankan, Bunga Bank Sebagai Riba
Perusahaan Manufaktur, Laporan, Laba Rugi, Neraca
Analisa adalah : Karakteristik dan Pengaruh
Biaya Bahan Baku Adalah : Pengendalian, Metode
Manajemen Bisnis : Konsep, Fungsi
Pengertian Bahan Baku : Perolehan, Penyimpanan
Aset Tetap Adalah, Cara, Konsep, Jenis , Karakteristik dan Contoh
Kombinasi Bisnis : Tujuan, Metode dan Alasan
Pengertian Agen : Sistem, Perbedaan, Laporan dan Hubungannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.