Pajak Tangguhan adalah, Manfaat, Konsep dan Contoh

2 min read

Pengertian Pajak Tangguhan Manfaat, Konsep dan Contohnya
Pengertian Pajak Tangguhan  Manfaat, Konsep dan Contohnya
Pajak Tangguhan adalah, Manfaat, Konsep dan Contoh

Pajak Tangguhan adalah, Manfaat, Konsep dan Contoh

Pajak Tangguhan  adalah jumlah pajak penghasilan terutang dalam periode masa depan sebagai akibat adanya perbedaan temporer kena pajak. Dari definisi ini yang harus dipahami adalah konsep tentang “pemulihan pada periode mendatang” untuk Aset Pajak Tangguhan dan “terutang pada periode mendatang” untuk Liabilitas Pajak Tangguhan.

Pemahaman tentang kedua konsep ini dapat diperoleh dari jawaban atas pertanyaan berikutnya sebagaimana diuraikan oleh subbahasan selanjutnya.

b) Manfaat Pajak Tangguhan

Nilai aset atau juga manfaat pajak jenis ini akan menghapus kewajiban perpajakannya. Oleh karena itu, tidak ada lagi kewajiban yang harus dibayarkan pada masa mendatang. Nilai aset atau manfaat pajak ini timbul dari perbedaan antara laba menurut akuntansi dan laba menurut pajak.

c) Konsep pajak tangguhan

Di Indonesia pajak tangguhan diatur pada PSAK 46: Pajak Penghasilan. Pajak tangguhan merupakan beban pajak (deferred tax expense) atau juga manfaat pajak (deferred tax income).

Yang bisa menambah atau juga mengurangi jumlah pajak yang harus dibayar di masa depan. Pajak tangguhan ini timbul karena adanya perbedaan saat pengakuan pendapatan atau beban antara peraturan perpajakan (fiskal) dengan standar akuntansi keuangan (komersial).

Perbedaan saat pengakuan ini mengakibatkan pendapatan atau beban yang diakui pada masing-masing periode berbeda, namun secara keseluruhan pada akhirnya jumlah total pendapatan atau beban yang diakui sama antara fiskal dan komersial.

Oleh karena itu perbedaan ini biasa disebut sebagai beda sementara (temporary different). Beban atau manfaat pajak tangguhan tidak akan mempengaruhi jumlah pajak terutang yang dihitung sesuai dengan peraturan perpajakan (pajak kini).

Pajak tangguhan dapat berupa beban pajak tangguhan (debet) atau juga manfaat pajak tangguhan (kredit). Berdasarkan rumus di atas, jika pajak tangguhan berupa beban maka jumlah pajak terutang (dibayarkan) atau pajak kini lebih kecil dari beban pajak yang berarti kekurangannya harus dibayarkan dimasa yang akan datang.

Oleh karena itu pengakuan beban pajak tangguhan akan mengakibatkan harus diakuinya liabilitas pajak tangguhan.

Sebailknya Jika pajak tangguhan berupa manfaat (income) maka jumlah pajak terutang (dibayarkan) atau pajak kini lebih besar dari beban pajak yang berarti kelebihannya dapat dikurangkan dari pajak yang harus dibayarkan di masa yang akan datang. Oleh karena itu pengakuan manfaat pajak tangguhanakan mengakibatkan harus diakuinya aset pajak tangguhan.

Pajak tangguhan bisa dihitung dengan pendekatan neraca dan juga pendekatan laba rugi. Pada kondisi normal kedua pendekatan tersebut akan menghasilkan angka yang sama. PSAK 46 mengharuskan untuk menggunakan pendekatan neraca.

Contoh Perhitungan Kewajiban Pajaknya

PT Gemerlap Indah adalah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan emas.

Data penjualan emas tahun 2016 sebesar Rp30.500.000.000.

Data penjualan emas tahun 2017 sebesar Rp31.000.000.000.

Laba komersial tahun 2017 sebesar Rp2.000.000.000.

Koreksi fiskal negatif atas biaya penyusutan sebesar Rp100.000.000, karena biaya penyusutan menurut akuntansi pajak (fiskal) diakui lebih besar daripada akuntansi komersial.

Laba fiskal (pajak) sebesar 2.000.000.000-100.000.000= 1.900.000.000 (Rp1,9 Milyar).

Pada Pajak Penghasilan PPh Badan terutang sebesar Rp1.900.000.000 × 25% = Rp475.000.000.

Apabila tidak ada koreksi fiskal atas penyusutan PPh Badan yang terutang sebesar Rp2.000.000.000 × 25% = Rp500.000.000.

Jadi, kewajiban pajak yang harus ditanggung sebesar Rp500.000.000-Rp475.000.000 = Rp25.000.000.

Jika tarif pajak diterapkan pada laba pada Laba Komersial (Laba Akuntansi) dengan Penghasilan Kena Pajak (Laba Pajak), maka hasilnya besar kemungkinan akan berbeda. Perbedaan ini yang disebut dengan istilah Pajak Tangguhan.

Demikian artikel cerdasakuntansi.com mengenai Pengertian Pajak Tangguhan : Manfaat, Konsep dan Contohnya, semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih

Baca Juga :

Subjek Pajak Adalah
Pengertian SPT : Fungsi, Prosedur dan Jenisnya
Pengertian PPnBM : Dasar Hukum, Karakteristik, Rumus dan Contohnya
Pengertian PPh : Rumus PPh dan cara Menghitungnya
Penjelasan Laporan Keuangan : (Fiskal dan Komersial), Perbedaannya
Pengertian pajak : PPh pasal 21, 22, 23, 29, 25 dan Cara Pembayarannya
PPN : Mekanisme, Fungsi dan Sifat
PSAK 14 : Pengertian Persediaan, Jenis dan Fungsinya
Pengertian Rekonsiliasi Fiskal : Langkah, Fungsi dan Jenis
Pengertian Rekonsiliasi Fiskal : Jenis, Fungsi dan Pendekatannya
Akuntansi Perpajakan Adalah, Fungsi, Prinsip, Peran, Sifat dan Tugasnya
Pajak Tangguhan adalah, Manfaat, Konsep dan Contoh
Pajak Adalah, Sejarah dan Jenisnya
Akuntansi Pajak adalah, Tujuan dan Bentuknya
Aset Adalah : Jenis, Siklus, Perencanaan dan Penggunaannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.