Manajemen Produksi Adalah : Unsur, tingkatan

3 min read

Pengertian Manajemen Produksi Fungsi, Ruang lingkup, Aspek dan Faktor Pendukungnya
5/5 - (100 votes)
Manajemen-Produksi-Adalah-unsur-tingkatan

Manajemen Produksi Adalah : unsur, tingkatan

Manajemen produksi Adalah salah satu bagian dari sekian banyak bidang manajemen yang memiliki peran dalam mengkoordinasikan berbagai kegiatan guna mencapai tujuan tertentu.

Guna mengatur kegiatan ini, jadi perlu dibuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan. Agar baran

g dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Dengan demikian, maka manajemen produksi menyangkut pada pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi guna mencapai tujuan organisasi maupun perusahaan.

Selanjutnya yang perlu diketahui adalah mengenai fungsi manajemen produksi itu sendiri. Ketika mengetahui fungsinya, jadi disitu pula akan segera mengetahui secara jelas gambaran seperti apa manajemen produksi tersebut. Adapun beberapa fungsi manajemen produksi itu ialah sebagai berikut :

fungsi manajemen produksi

a) Perencanaan

Dalam bagian Ini mempunyai keterkaitan dan pengorganisasian kegiatan produksi yang akan dilakukan dengan dasar waktu maupun periode tertentu. Dengan adanya perencanaan yang baik tentu saja bisa meminimalisir biaya produksi sehingga perusahaan bisa menentukan harga yang sehat dan juga meraih untung yang besar.

 

b) Proses Pengolahan

Dalam bagian ini merupakan metode atau teknik yang digunakan guna mengolah masukan (input). Pada proses ini menjadi sangat penting untuk pemanfaatan sumber daya secara maksimal dan efisien.

 

c) Jasa Penunjang

Dalam bagian ini, sarana yang diperlukan untuk penetapan dan metode yang digunakan supaya proses pengolahan bisa dilakukan secara efektif dan efisien.

Hal ini seringkali digunakan untuk membantu perusahaan bersaing secara sehat dengan cara meningkatkan produksi dan hasil yang berkualitas baik.

d) Pengendalian Dan Pengawasan

Pengendalian dan juga Pengawasan di dalam manajemen produksi dilakukan guna menjamin pelaksanaan kegiatan agar sesuai dengan perencanaan.

Dengan Seperti itu, maka maksud dan tujuan dalam menggunakan dan pengolahan masukan (input) pun bisa dilaksanakan.

 

Ruang Lingkup Manajemen Produksi

Dilihat dari cara mengambil kebijakan utama dan juga keputusan, ada tiga kategori di dalam ruang lingkup manajemen produksi:

 

a) Keputusan/ Kebijakan Mengenai Desain

Keputusan ini termasuk dalam keputusan jangka panjang, dimana di dalamnya meliputi; penentuan desain produk yang akan dibuat, lokasi dan tata letak pabrik,

desain kegiatan pengadaan masukan yang diperlukan, desain metode dan teknologi pengolahan. Desain organisasi perusahaan, dan juga desain job description dan job specification.

 

b) Kebijakan/ Keputusan Mengenai Transformasi

Keputusan operasi ini sifatnya jangka pendek dan berkaitan dengan keputusan taktis dan operasional. Kebijakan ini mencakup jadwal produksi, gilir kerja (Shift), anggaran produksi, jadwal penyerahan masukan ke sub-sistem pengolahan, dan jadwal penyerahan keluaran ke pelanggan atau penyelesaian produk.

 

c) Keputusan/ Kebijakan Mengenai Perbaikan

Kebijakan ini sifatnya berkesinambungan, maka kebijakan ini dilakukan secara rutin. Beberapa kegiatan yang ada di dalamnya akan meliputi perbaikan secara kontinu terhadap mutu keluaran.

Keefektifan dan juga keefisienan sistem, kapasitas dan kompetensi dari para pekerja, perawatan sarana kerja atau mesin. Serta dilakukan perbaikan terus-menerus atas metode penyelesaian atau pengerjaan produk.

 

Aspek-Aspek Manajemen Produksi

Untuk menghasilkan hasil produksi yang sesuai harapan, perlu dilakukan beberapa tahapan penting dalam proses produksi. Berikut ini merupakan tahapan dan aspek di dalam Manajemen Produksi:

 

a) Perencanaan Produksi

Tujuan perencanaan produksi Ialah agar proses produksi yang dilaksanakan berjalan secara sistematis. Beberapa keputusan yang berhubungan dengan perencanaan produksi diantaranya;

• Jenis barang
• Bahan baku yang digunakan
• Kualitas barang
• Kuantitas barang
• Pengendalian produksi

b) Pengendalian Produksi

Pengendalian atau kontrol produksi sangat diperlukan agar proses produksi berjalan sesuai dengan perencanaan yang ditentukan dengan biaya yang optimal. Beberapa kegiatan dalam pengendalian produksi;

• Membuat perencanaan
• Menyusun jadwal kerja
• Menentukan target market produk

c) Pengawasan Produksi

Tujuan pengawasan produksi Ialah agar hasil produksi sesuai dengan apa yang diharapkan, tepat waktu, dan dengan biaya yang optimal. Beberapa kegaitan pengawasan produksi adalah:

• Menetapkan kualitas barang
• Membuat standar barang
• Pelaksanaan produksi sesui jadwal

Setelah memahami pengertian manajemen produksi, langkah selanjutnya adalah melakukan planning produksi. Prosesnya meliputi pengaturan, pengendalian, dan juga optimasi pekerjaan serta beban kerja.

Penjadwalan digunakan untuk mengoperasikan mesin, pendanaan, sumber daya, proses produksi dan pembelian material. Penjadwalan atau scheduling ini terbagi menjadi dua macam:

• Forward scheduling
• Backward scheduling

Faktor Pendukung Manajemen Produksi

Manajemen produksi yang telah terlaksana bisa berkembang dengan baik dengan dipengaruhi dua faktor. Faktor pertama division of labour atau pembagian tugas yang tepat. Untuk mencapai produk berkualitas maka pembagian kerja yang tepat bisa membantu produksi lebih efektif dan efesien serta terjaga kebaikannya.

Faktor yang kedua yaitu melakukan revolusi industri. Apa itu revolusi industri? Dalam konteks manajemen produksi revolusi industri yang dimaksud Ialah pergantian tenaga manusia dengan mesin atau robot dalam proses produksi.

Dengan begitu target produksi dapat tercapai dan karyawan bisa berusaha meningkatkan keahlian yang dimiliki agar dapat bersaing. Sayangnya revolusi industri ini belum bisa digunakan oleh usaha kecil yang masih menggunakan cara tradisional.

Revolusi industri dapat dilihat melalui beberapa aspek diantaranya :

• Penggunaan mesin semakin banyak

• Efisiensi produksi batu bara sebagai bahan bakar, dan juga besi serta baja sebagai bahan utama

•Pembangunan infrastruktur semakin berkembang seperti alat transportasi, jalur kereta api, jaringan komunikasi, dan juga pasokan listrik yang memadai

•Meluasnya sistem perbankan dan pengkreditan untuk mencakup masyarakat daerah yang membutuhkan modal untuk mengembangkan produksinya.

Demikian artikel cerdasakuntansi.com yang membahas mengenai Pengertian Manajemen Produksi : Fungsi, Ruang lingkup, Aspek dan Faktor Pendukungnya, semoga artikel ini dapat membantu dan menambah wawasan. Terima kasih

Baca juga :

Akuntansi Manajemen : Akuntansi Biaya, Tujuan dan Fungsi
Pengertian Dokumen : Akumulasi Biaya dan Overhead
ISO Adalah : Tujuan, Manfaat, dan Jenis – Jenis ISO
Pengertian Efektivitas : Kriteria, Aspek, dan Contohnya
CRM Adalah : Fungsi dan Tujuan, Komponen, serta Tahapan CRM
Evaluasi Adalah : Tujuan, Fungsi, dan Tahapan Evaluasi
Manajemen Kinerja Adalah : Manfaat, dan Syarat-Syarat, Tujuannya
HRD Adalah : Fungsi dan Tugasnya
Manajemen SDM Adalah : Unsur, Faktor dan Tahapan
Etika Adalah : Pengertian dan Jenisnya
Metode Harga Pokok Pesanan : Syarat dan Kelebihannya
Target Costing Adalah : Tujuan, Kegunaan dan Tahapan
Pengertian PPBS : Planning Programing Budgeting System
Laporan Cash Flow : Elemen, Metode, Manfaat dan Contohnya
Kualitas Adalah : Indikator dan Manfaat
Analisa Resiko : Pengertian dan Probabilitasnya
Estimasi Biaya : Metode, Manfaat dan Contoh
Perkembangan Akuntansi
Pengertian Akuntansi Manajemen dan Manfaatnya
Pengertian Supply Chain Management : Komponen, Tujuan dan Proses
Marketing Adalah : Fungsi dan Konsepnya
Bank Adalah : Sumber Dana Bank
Laporan Keuangan Adalah : Tujuan, Jenis , Unsur dan Manfaat
Perusahaan dagang Adalah : Ciri, Jenis dan Kegiatan
Break Even Point Adalah : Analisis, Faktor dan Rumus
Pasar Uang Adalah : Instrumen dan Jenis
Manajemen File Adalah : Arsitektur, Manfaat dan Fungsi
Grafik Adalah : Tujuan dan Fungsi
Manajemen Personalia Adalah : Tujuan, Fungsi dan Tugas
Manajemen Informatika Adalah : Ruang Lingkup