Job Order Costing : Sistem Perhitungan Biaya

3 min read

Job Order Costing
Job Order Costing
Job Order Costing : Sistem Perhitungan Biaya

Job Order Costing : Sistem Perhitungan Biaya

Pada saat menghitung biaya produksi ada dua sistem perhitungan yaitu sistem perhitungan berdasarkan pesanan (job order costing) dan juga sistem perhitungan biaya berdasarkan proses (process costing).

Tujuan dari kedua sistem perhitungan biaya tersebut  yaitu untuk memilih biaya dari barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Sistem perhitungan biaya yang diapakai seharusnya ekonomis dalam pengoperasiannya.

Pada saat sistem perhitungan biaya berdasarkan pesanan (job order costing atau job costing), biaya produksi diakumulasikan untuk semua pesanan (job) yang terpisah.

Sebuah pesanan merupakan output yang diidentifikasikan untuk memenuhi pesanan pelanggan tertentu maupun untuk mengisi kembali sebuah item persediaan.

Supaya rincian dari perhitungan biaya berdasarkan pesanan sesuai dengan usaha yang dubutuhkan, harus ada perbedaan penting dalam biaya per unit sebuah pesanan dengan pesanan lain. Misalnya, apabila sebuah percetakan secara simultan mempersiapkan pesanan untuk label, kertas kado berwarna, dan gambar tempel,

maka dari itu pesanan-pesanan tersebut bisa dengan mudah dikelompokan berdasarkan tampilan fisiknya, biaya per unit dari pesanan-pesanan tersebut juga berbeda, dan perhitungan biaya berdasarkan pesanan diapakai.

Rincian tentang sebuah pesanan dicatat dalam sebuah kartu biaya pesanan (job cost sheet), yang berbentuk kertas maupun elektronik. selai dari pada itu banyak pesanan yang bisa dikerjakan secara simultan,

setiap kartu biaya pesanan menggabungkan rincian untuk satu pesanan tertentu. Rincian tersebut meliputi biaya bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan juga overhead yang dibebankan ke setiap pesanan.

Biaya Bahan Baku Langsung

Berawal dari adanya pesanan, pada saat departemen produksi/pabrik yang bertugas melaksanakan pesanan tersebut, pasti akan membuat perencanaan terlebih dahulu yakni rencana produksi yang meliputi :

bahan baku yang diperlukan dengan Surat Permintaan Pembelian (Purchase Requisition). Surat permintaan Pembelian ini sebagai pedoman pembelian untuk melaksanakan pesanan atau bisa juga sebagai dasar untuk mengirim Order Pembelian (Purchase Order).

Dalam saat petugas pembelian setibanya pesanan akan mengadakan pemeriksaan, apakah jumlah tersebut sesuai atau tidak dengan pesanan yang dilakukan, setelah itu mendapat persetujuan.

Bagian pembelian menunjukan Bukti Penerimaan Bahan (Receiving Report) yang memuat jumlah kondisi barang yang diterima. Penerimaan ini dicatat dengan mendebit perkiraan Bahan Baku (Material) maupun sebaliknya untuk perkiraan Hutang Dagang (Kas dicatat disebelah kredit).

Bagian produksi memulai kegiatannya dengan membuat Bon Pengeluaran Bahan (Material Requisition).

Ikhtisar mengenai bon pengeluaran bahwa secara periodik adalah suatu bukti untuk memindahkan biaya bahan baku langsung dari perkiraan pengendalian bahan baku ke perkiraan pengendalian Barang dalam Proses (Work in Process). Biaya yang dipindahkan itu adalah biaya bahan baku langsung yang dibebankan untuk semua pesanan.

Biaya Tenaga Kerja Langsung

Biaya tenaga kerja langsung merupakan biaya yang belum berwujud. Tidak seperti penggunaan bahan baku maka untuk sistem ini harus dilaksanankan dengan seksama mengenai perlakuan biaya tenaga kerja langsung,

supaya bisa ditetapkan ujumlah yang tepat mengenai upah TKL yang harus dibayarkan kepada pekerja (buruh) di dalam periode pembayaran gajih dan juga pembebanan yang tepat atas biaya buruh ke perkiraan Biaya Fabrikase serta ke masing-masing pesanan.

4. Biaya biaya yang berhubungan dengan tenaga kerja:

a) Jam kerja

Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memulai atktivitas produksi yaitu dengan memasukkan unsur biaya overhead serta membebankan kepada pesanan yang bersangkutan.

b) Waktu Nganggur

Waktu dimana sebagai akibat kerusakan mesin, kekurangan pekerjaan atau juga kesalahan manajemen dsb.

Karyawan tidak bekerja . Keadaan tetap menjadi tanggungjawab manajemen, oleh sebab itu ia tetap harus membayar gajih karyawan.

c). Perlakuan

Diperlakukan sebagai elemen Biaya Overhead Pabrik

d). Insentif

pemberian penghargaan dalam bentuk gajai upah sebagai upaya memberikan motivasi kerja atau penghargaan karena prestasi yang baik.

e) Premi Lembur

pembayaran gaji kepada karyawan sebab ia bekerja lebih dari standar yang ditentukan ( diatas 40 jam per minggu).

f) Biaya Overhead

Biaya Overhead pabrik Ialah  biaya – biaya bahan tak langsung. Tenaga kerja tak langsung serta biaya-biaya pabrik lainnya yang belum secara instan diidentifikasikan atau juga dibebankan langsung pada sebuah pekerjaan.

Hasil produksi atau tujuan biaya akhir (Usry & Hammer, 1991 –368). Pendapat ahli lainya mengmukakan bahwa biaya overhead pabrik adalah setiap biaya yang tidak secara langsung melekat pada sebuah produk,

yakni semua biaya-biaya diluar biaya bahan langsung dan juga biaya tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabrik mencakup biaya produksi lainnya, contohnya seperti pemanasan ruang pabrik, penerangan, penyusutan pabrik dan mesin-mesin.

Langkah Penentuan tarif Biaya Overhead Pabrik

Pertama tentukan BOP yang Dominan jumlahnya. selepas itu, pelajari sifat-sifat BOP dan juga kaitan erat antar sifat tsb. dengan dasar pembebanan yang digunakan.

Adapun Macam dasar pemilihan, yaitu satuan produk, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan jam tenaga kerja langsung serta jam mesin.

Demikian artikel cerdasakuntansi.com mengenai Sistem Perhitungan Biaya Berdasarkan Pesanan (Job Order Costing), semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih

Baca Juga :

Inkaso Adalah : Jenis, Manfaat dan Contoh
Audit Adalah : Jenis, Tujuan dan Contoh
Pengertian Biaya Tenaga Kerja : Penggolongan, Elemen, Komponen
Pengertian Akuntansi Biaya : Konsep dan Fungsinya
Pengertian Uang : Jenis, Fungsinya
Manajemen keuangan : Tujuan, Peranan dan Fungsinya
Pengertian Biaya Overhead Pabrik dan Jenisnya
Akutansi Biaya, Aktual, Estimasi Biaya
Job Order Costing : Sistem Perhitungan Biaya
Perilaku Biaya : Dalam Operasional Entitas
Biaya Mutu : Dalam Proses Produksi
Sistem Informasi Akuntansi : Daftar Akun, Pemrosesan dan Sensitifitas
Perhitungan Biaya : Sistem Akuntansi Biaya
Akumulasi Biaya dan Sistem Perhitungan Biaya
Pengertian Akuntansi Biaya : Penetapan Harga, dan Penentuan Laba
Biaya Produksi Adalah : Unsur, Tujuan, Jenis, Cara Menghitung
Harga Pokok Adalah : Metode , Karakteristik, Syarat dan Contohnya
Transaksi Adalah : Jenis dan Bukti

Leave a Reply

Your email address will not be published.