Globalisasi : Pengertian, Ciri dan Penyebabnya

2 min read

Globalisasi : Pengertian, Ciri dan Penyebabnya
Globalisasi Pengertian, Ciri dan Penyebabnya
Globalisasi : Pengertian, Ciri dan Penyebabnya

Globalisasi

Globalisasi Ialah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan juga ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di

seluruh dunia dunia melalui perdagangan. Investasi, perjalanan, budaya populer, dan juga bentuk-bentuk interaksi yang lain.

Pada banyak hal, globalisasi memiliki banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan.

Sebagian pihak yang sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.

 

Ciri globalisasi

a) Berikut ini merupakan beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia :

Perubahan dalam konsep ruang dan juga waktu. Perkembangan barang-barang seperti ialah televisi satelit, telepon genggam dan juga internet

menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya. Sementara untuk dapat melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.

Produksi dan juga pasar ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan

internasional. Peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan juga dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).

Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga

internasional). Pada saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan juga pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya. Misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.

Dapat meningkatnya masalah bersama. Misalnya pada bidang lingkungan hidup. Krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.

 

Penyebab Krisis Ekonomi Global

a) Penjelasan penyebab krisis ekonomi Global

Dijelaskan di tengah dinamika ekonomi global yang terus – menerus berubah dengan akselerasi yang semakin tinggi sebagaimana digambarkan di atas. Negara indonesia mengalami terpaan badai krisis yang

intensitasnya telah sampai pada keadaan yang nyaris menuju kebangkrutan ekonomi.

Krisis ekonomi menjadi yang dipicu oleh krisis moneter – beberapa waktu yang lalu, paling tidak telah memberikan indikasi yang kuat terhadap tiga hal.

Pertama, kredibilitas pemerintah telah sampai pada titik nadir. Penyebab utamanya adalah karena langkah-langkah yang ditempuh pemerintah

dalam merenspons krisis selama ini lebih bersifat “tambal-sulam”, ad-hoc, dan cenderung menempuh jalan yang berputar-putar.

Selain itu, pada seluruh sumber daya yang dimiliki negeri ini dicurahkan sepenuhnya untuk menyelamatkan sektor modern dari titik kehancuran.

Dan Sementara itu, Pada Sektor tradisional, sektor informal, dan juga ekonomi rakyat, yang juga memiliki eksistensi di negeri ini seakan-akan dilupakan dari wacana penyelamatan perekonomian yang tengah menggema.

Kedua, dijelaskan rezim Orde Baru yang selalu mengedepankan pertumbuhan (growth) ekonomi telah menghasilkan crony capitalism. Yang

telah membuat struktur perekonomian menjadi sangat rapuh terhadap gejolak-gejolak eksternal. Industri manufaktur yang sempat dibanggakan

itu ternyata sangat bergantung pada bahan baku impor dan tak memiliki daya tahan.

Sementara itu, dapat mengakibatkan “dianak-tirikan”, sektor pertanian pun juga tak kunjung mature sebagai penopang laju industrialisasi. Yang saat

itu terjadi adalah merupakan derap industrialisasi melalui serangkaian kebijakan yang cenderung merugikan sektor pertanian. Akibatnya, sektor

pertanian tak mampu berkembang secara sehat dalam merespons perubahan pola konsumsi masyarakat dan memperkuat competitive advantage produk-produk ekspor Indonesia.

 

Salah satu faktor terpenting yang bisa. Menjelaskan kecenderungan di atas yakni karena proses penyesuaian ekonomi dan politik (economic and political adjustment). Tidak berlangsung secara mulus dan alamiah.

Soeharto-style state-assisted capitalism nyata-nyata telah merusak dan merapuhkan tatanan perekonomian. Memang di satu sisi pertumbuhan ekonomi yang telah dihasilkan cukup tinggi, namun mengakibatkan ekses

yang ujung-ujungnya justru counter productive bagi pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dan ketiga, rezim yang sangat korup telah membuat sendi-sendi perekonomian mengalami kerapuhan. Secara umum, segala bentuk korupsi

akan mengakibatkan arah alokasi sumber daya perekonomian menjurus pada kegiatan-kegiatan yang tidak produktif dan tidak memberikan hasil optimum. Dalam kondisi seperti ini pertumbuhan ekonomi memang sangat

mungkin terus berlangsung, bahkan pada intensitas yang relatif tinggi. Tetapi demikian, sampai pada batas tertentu pasti akan mengakibatkan melemahnya basis pertumbuhan.

 

Selanjutnya, praktik-praktik korupsi secara perlahan C tapi pasti C telah merusak tatanan ekonomi dan pembusukan politik yang disebabkan oleh perilaku penguasa, elit politik, dan jajaran birokrasi. Keadaan menjadi

semakin parah ketika jajaran angkatan bersenjata dan aparat penegak hukum pun ternyata juga turut terseret ke dalam jaringan praktik-praktik korupsi itu.

Hancurnya kredibilitas pemerintah yang akan dibarengi dengan tingginya ketidakpastian itu telah menyebabkan terkikisnya kepercayaan (trust).

Yang terjadi dewasa ini tidak hanya sekadar pudarnya trust masyarakat terhadap pemerintah dan sebaliknya, melainkan juga antara pihak luar negeri dengan pemerintah, serta di antara sesama kelompok masyarakat.

 

Yang terakhir disebutkan itu bisa tercermin dengan sangat jelas. Dari keberingasan massa terhadap simbol-simbol kekuasaan serta kemewahan dan terhadap kelompok etnis Cina. Seperti yang dikenal dengan peristiwa Mei 1998.

Sementara itu, krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dapat dilihat dari respons masyarakat yang kerap kali berlawanan dengan tujuan kebijakan yang ditempuh pemerintah. Misalnya ialah merupakan

kebijakan pemerintah yang seharusnya berupaya menggiring ekspektasi. Masyarakat ke arah kanan, justru telah menimbulkan respons masyarakat

menuju ke arah kiri, dan sebaliknya. Faktor lainnya ialah semakin timpangnya distribusi pendapatan dan kekayaan, sehingga mengakibatkan lunturnya solidaritas sosial.

Demikian artikel cerdasakuntansi.com mengenai Pengertian Globalisasi : Ciri dan Penyebabnya, semoga dapat bermanfaat. Terima kasih

Baca Juga :

Koperasi Produksi
Konsumen
Pengertian Kelangkaan
Produsen Adalah
Akuntansi Manajemen
Pendapatan Nasional
Pelaku Ekonomi
Pasar Input
Pasar Barang
Pengertian Kebutuhan
Produk Sampingan

Leave a Reply

Your email address will not be published.