Fluktuasi : Kas Kecil Dana Tetap

3 min read

Perbedaannya Dana Fluktuasi Pada Sistem Pencatatan Kas Kecil Dana Tetap
Perbedaannya-Dana-Fluktuasi-Pada-Sistem-Pencatatan-Kas-Kecil-Dana-Tetap
Fluktuasi

Fluktuasi – Sistem Pencatatan Kas Kecil

dana fluktuasi Memiliki 2 sistem pencatatan kas kecil yang umum digunakan perusahaan-perusahaan. Ialah sistem dana tetap dan sistem dana fluktuasi.
Sistem Dana Tetap (Imprest Fund System)
Sistem dana tetap ialah sistem yang menetapkan dan menyisihkan dana kas kecil dengan nilai yang tetap atau tidak berubah tiap periode

pengisiannya. Kecuali jika perusahaan menghendaki perubahan jumlah dana kas kecil. Pada Kondisi tersebut mungkin terjadi ketika perusahaan merasakan kas kecil. (* fluktuasi)

Yang sudah disisihkan ternyata belum dapat memenuhi semua keperluan operasional kecil,

sehingga perlu ditambah lagi nilaiya. Ataupun dapat juga perusahaan merasa dana kas kecil terlalu besar untuk operasional kecil perusahaan, sehingga perlu dikurangi jumlahnya.

Dengan adanya perubahan kebijakan atas nilai dana kas kecil tersebut, maka perusahaan (akuntan) harus melakukan catatan penyesuaian atas penambahan atau pengurangan nilai tersebut. (* fluktuasi)

Yang perlu diingat dalam sistem dana tetap adalah pencatatan pengeluaran kas kecil tidak dicatat seketika terjadi pengeluaran. Melainkan dicatat ketika terjadi pengisian kembali kas kecil.

Prosedur dalam Sistem Dana Tetap :

Pemegang kas kecil diberi uang untuk menutup pengeluaran selama 1 periode (minggu/bulan).

Pada akhir periode, jumlah uang kas kecil yang telah dibelanjakan harus diisikan lagi, sehingga jumlah uang kas kecil menjadi sama dengan saldo awalnya.

Tidak ada penambahan saldo pada pertengahan periode.

Kelebihan pada Sistem Dana Tetap :

Dapat diketahui jumlah pengeluaran per pos/akun tiap periode, sehingga dapat berfungsi sebagai alat kontrol dalam penggunaan dana.

Pimpinan atau pun pengelola kas kecil akan hati-hati dalam menggunakan kas kecil, mengingat tidak ada penambahan dana di tengah periode.

Memudahkan bendahara untuk menentukan perkiraan jumlah dana per unit usaha tiap periode, karena jumlah dana awal selalu sama.

Kelemahan pada Sistem Dana Tetap adalah :

Pada saldo kas kecil tidak mudah diketahui. Sebab saldo baru dapat dilihat pada akhir periode ketika pengisian kembali. (* fluktuasi)

Bila terjadi kekurangan dana sebelum akhir periode, hal itu akan menjadi masalah. Sebab tidak ada penambahan dana di tengah periode.

Sebab itu pemegang kas kecil harus hati-hati dalam pemakaian dana.
Prosedur Kas Kecil pada Sistem Dana Tetap :

Pembentukan kas kecil, langkah-langkahnya :

• Penunjukan karyawan pemegang kas kecil
• Perusahaan menetapkan jumlah dana kas kecil
• Pada Jumlah dana yang ditaksir dengan perhitungan kebutuhan untuk 1 periode (minggu/bulan)

• Jika jumlah dana telah ditetapkan. Selanjutnya ialah kasir perusahaan menarik uang tunai dari cek untuk diserahkan pada pemegang kas kecil.
Pembayaran melalui kas kecil, meliputi :

• Pemegang kas kecil berwenang untuk melakukan pengeluaran dengan menggunakan uang dalam kas kecil, selama tidak bertentangan dengan kebijakan manajemen.

• Biasanya manajemen membuat kebijakan tentang izin dan larangan batas maksimal pengeluaran untuk tiap transaksi keuangan. (* fluktuasi)

• Setiap pengeluaran kas kecil harus didokumentasi dengan menggunakan bukti pengeluaran kas kecil yang disebut petty cash voucher lengkap dengan nomor dan tanggal bukti pengeluaran.

• Pada bukti petty cash voucher harus ditandatangani oleh pemegang kas kecil dan penerima uang kas kecil.

• Jika ada bukti pendukung lain, seperti kwitansi penerimaan atau pembayaran, faktur, dan juga sebagainya.

Jadi bukti pendukung tersebut harus dilampirkan pada bukti pengeluaran kas kecil.

• Pada jumlah rupiah dari semua bukti pengeluaran ditambah jumlah saldo uang kas kecil harus selalu sama dengan jumlah dana kas kecil yang ditetapkan perusahaan.

Pengisian kembali kas kecil jika dana menipis, ialah :

Pemegang kas kecil mengajukan permintaan dan menyiapkan daftar pengeluaran yang dilampiri bukti-bukti pengeluaran kas kecil. (* fluktuasi)

Permintaan tersebut diajukan kepada bendahara atau kasir perusahaan yang akan mengecek kevalidan kas kecil yang telah dilakukan.

Apabila telah sesuai dengan ketentuan, bendahara atau kasir akan memberi persetujuan pada formulir permintaan pengisian kembali dan menarik uang tunai menggunakan cek sebesar jumlah kas kecil yang telah digunakan.

Sehingga pada jumlah dana kas kecil akan kembali seperti saldo awalnya.

Sistem dana fluktuasi ialah sistem yang menetapkan nilai dana kas kecil sesuai dengan kebutuhan operasional. Memiliki arti,

saldo akun kas kecil ini belum tetap atau berfluktuasi sesuai dengan jumlah transaksi kas kecil. Maka nominal saldonya akan berubah tiap-tiap periode sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan

Kelebihan pada Sistem Dana Fluktuasi :

Pengeluaran kas kecil yang terjadi langsung dibukukan oleh kasir kas kecil, sehingga saldo kas kecil dapat langsung diketahui sewaktu-waktu.
Bila terjadi kekurangan dana di tengah periode.

Dapat dilakukan penambahan dana kas kecil.

Dapat meringankan beban pekerjaan akuntan karena penjurnalan langsung dilakukan oleh kasir kas kecil saat terjadi transaksi kas kecil.
Kelemahan pada Sistem Dana Fluktuasi :

Pada pengelolaan dana kas kecil yang kurang efisien atau juga terjadi pemborosan karena kurangnya sikap hati-hati kasir kas kecil dalam pengelolaan dananya.

Demikian artikel cerdasakuntansi.com mengenai Dana Fluktuasi Pada Sistem Pencatatan Kas Kecil Dana Tetap, semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih

Baca Juga :

Leasing Adalah : Sewa Guna Usaha Atau Jenis, Bentuk dan Kesalahan
Persekutuan : Karakteristik, Macam dan Jenis
Liabilitas Adalah : Jenis dan Kesalahan
Pengertian Kas kecil : Tujuan, Metode dan ciri
Instrumen Keuangan : Majemuk dan Penyajiannya
Pengertian Akuntansi Keuangan : Dasar, Fungsi, Tujuan, tahapan
Likuidasi : Pengertian dan Jenisnya
Laporan perubahan modal : Contoh Laporan Perubahan Modal Serta penyelesaiannya
Laporan Laba Rugi : Contoh Laporan Laba Rugi dan Cara Penyelesaiannya
Keuangan : Prisip, Tujuan dan Contoh Laporan Keuangan
Pengertian Laporan Keuangan : Ruang Lingkup dan Jenisnya
Pengertian Rekening Koran : Kegunaan, Cara Mengajukan dan Syaratnya
Penjualan Angsuran : Tahapan, Metode, Macam dan masalahnya
Tujuan Kas Kecil : Metode dan Cirinya
Piutang Wesel : Jenis dan Cirinya
Rekonsiliasi bank : Faktor, Bentuk dan Komponennya
Pengertian Kas : Karakteristik dan Jenisnya
Pengertian Cek : Jenis dan Masa Berlaku
Saldo Kas Kecil Secara Fisik, Tujuan, Berita Acara Kas Kecil
Perbedaannya Dana Fluktuasi Pada Sistem Pencatatan Kas Kecil Dana Tetap
Kas Kecil Adalah, Rekonsilasi Bank, Laporan dan Metode Laporan
Pengertian Piutang, Klasifikasi dan Pencatatan
Laporan Keuangan : Aktivitas Koperasi dan Siklus
Pengertian Buku Besar : Macam, Manfaat dan contoh
Pengertian Neraca Saldo : Fungsi, Bentuk, Penyusunan, Contoh
Contoh Laporan Keuangan : Neraca Saldo

Leave a Reply

Your email address will not be published.