Etika Bisnis Syariah

3 min read

Etika Bisnis : Pengertian Etika Bisnis Syariah
Etika Bisnis : Pengertian Etika Bisnis Syariah

Etika Bisnis Syariah

Etika Bisnis Islami Adalah merupakan suatu proses dan juga upaya untuk mengetahui hal-hal yang benar dan salah yang selanjutnya tentu melakukan hal yang benar berkenaan dengan produk, pelayanan perusahaan dengan pihak yang berkepentingan dengan tuntutan perusahaan.Etika Bisnis Syariah, ialah :’

a. Tauhid

Semua bisnis pada dasarnya bertujuan untuk memberikan manfaat atau solusi terhadap suatu masalah tertentu. Solusi yang dihasilkan selain sebagai sarana mempermudah juga memiliki dampak positif secara terus menerus.

Yang perlu dijadikan diperhatikan agar solusi yang diterapkan memiliki nilai yang berkah, maka semua kegiatan bisnis harus didasari oleh tauhid. Tauhid secara umum dapat dikatakan suatu bentuk sikap atau tindakan yang berpedoman dan sesuai dengan tuntunan agama Islam,

sehingga dengan menerapkan tauhid dalam bisnis bertujuan untuk menciptakan kegiatan yang tidak hanya berdasarkan mencari keuntungan semata namun yang lebih penting adalah untuk bertindak sesuai dengan aturan atau norma agama.

b. Prinsip Berkeadilan

Yang disebut dengan adil Ialah mengutamakan kebenaran sesuai dengan aturan, begitu pula dalam berbisnis, semua tindakan yang berpedoman pada prinsip berkeadilan akan menghasilkan sebuah tindakan yang bermanfaat bagi semua pihak, baik itu untuk pelaku bisnis dan masyarakat selaku objek bisnis.

Prinsip berkeadilan akan mengubah semua tindakan dalam bisnis ialah tidak akan ditemukan lagi berbagai bentuk kecurangan yang terjadi, karena setiap pelaku bisnis sadar akan keutamaan berperilaku adil. Jika tidak ada pihak yang dirugikan maka akan terwujud kepuasan dari masing-masing pihak,

bisnis akan semakin berkembang karena mendapat kepercayaan dari masyarakat dan masyarakat akan lebih loyal terhadap setiap solusi yang dihasilkan dari bisnis tersebut

c. Kebebasan Berkehendak

Pada dasarnya untuk menjalankan sebuah bisnis. Masing-masing pada pelaku bisnis harus diberikan kebebasan dalam berkehendak menurut tujuan yang ingin dicapainya dengan cara apapun.

Sedangkan pada bisnis syariah yang dimaksud dengan kebebasan berkehendak bukanlah bebas tanpa batas, namun kebebasan yang sesuai dengan aturan agama yaitu bebas menentukan jenis bisnisnya,

cara menjalankannya selama tidak terdapat unsur haram didalamnya, dan bebas berbuat apapun selama tidak berdampak merugikan kepentingan orang lain maupun kepentingan bersama dalam kelompok bisnis.

Sikap saling menghargai tetap dijunjung tinggi dalam menanggapi setiap kebebasan dari masing-masing individu, sehingga dengan kondisi yang seperti akan tercipta sebuah bentuk sosial yang lebih mengedepankan aturan dalam kaitannya demi menjaga kepentingan bersama.

d. Tanggung Jawab

Dalam bisnis syariah sangat memperhatikan dan juga mengatur kebebasan dalam menjalankan kegiatan bisnis dan menentukan tujuan bisnis. Aturan tersebut bertujuan agar wujud dari sebuah bisnis menjadi terarah, memiliki manfaat yang baik,

dan saling memberikan keuntungan baik antar pelaku bisnis dan masyarakat. Dengan aturan yang jelas tentu akan mempermudah dalam mengendalikan tanggung jawab dari masing-masing pihak pelaku bisnis.

Lebih lanjut dalam kegiatan bisnis, para pelaku akan lebih fokus dalam meningkatkan produktivitas dan pelayanan kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab terhadap semua kebijakan yang telah ditentukan dalam kegiatan bisnis.

Seluruh dari proses kegiatan tersebut memiliki sebuah tujuan, yaitu agar pelaku dapat menjamin kelayakan dan kesesuaian terhadap solusi yang diberikan dan timbal baliknya adalah masyarakat menaruh kepercayaan penuh kepada pelaku bisnis.

e. Didasari Niat Baik

Pada dasarnya dengan adanya niat berkaitan dengan terbentuknya sebuah tindakan. Dan tindakan akan menentukan hasil yang terjadi apakah itu baik atau buruk, yang mana hasil tersebut sesuai dengan niat awalnya.

Dalam bisnis syariah pun juga memperhatikan pentingnya dalam upaya memiliki sebuah niat yang baik dalam berbisnis, karena nantinya akan berdampak pada halal atau haram hasil bisnis tersebut.

Jika segala perbuatan diawali dengan kebenaran dalam berniat, tidak ada kebohongan dan keserakahan dalam perilaku dan sikap, menjalin akad yang terbuka, jelas maksudnya.

Dan diterima oleh semua pihak baik pada menetapkan keuntungan maupun pembagian modal, maka akan menciptakan keadilan, keharmonisan, dan juga keberkahan dalam berbisnis.

f. Tolong Menolong

Jika pada umumnya sebuah bisnis saling berlomba-lomba untuk memenangkan pasar dan memiliki pelanggan yang loyal sehingga akan menghasilkan keuntungan semaksimal mungkin.

Dari pola bisnis yang seperti ini sangat terlihat sekali bahwa banyak diantara pelaku bisnis hanya terpusat pada hasil keuntungan-keuntungan yang diperoleh tanpa memperhatikan dan menyentuh aspek sosial dari hasil bisnis tersebut.

Aspek sosial yang dimaksud adalah berbagi hasil keuntungan kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dalam bentuk zakat, infaq, dan sedekah. Jika para pelaku bisnis mampu menempatkan aspek sosial sebagai tujuan utama mereka, maka bukan keuntungan lagi yang menjadi prioritas tujuan bisnisnya, namun terwujudnya dampak saling tolong menolong untuk memberikan manfaat bersama.

g. Bebas dari Unsur Riba

Meskipun riba sangat dilarang dalam Islam. Tetapi pada kenyataannya banyak transaksi riba yang terjadi ditengah-tengah masyarakat Indonesia yang notabene penduduknya mayoritas beragama islam.

Munculnya kegiatan riba hingga sekarang ini dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti sistem perbankan yang masih mengandung unsur riba dan kurangnya pengetahuan masyarakat untuk mengenali segala bentuk riba secara mendalam.

Fenomena tersebut sangat bertolak belakang dengan prinsip bisnis syariah yang menerapkan sistem Islam dalam menjalankan kegiatan usaha, sehingga segala bentuk praktik riba dilarang dalam bisnis.

Bentuk riba yang termasuk pada bisnis ialah transaksi jual beli yang mengandung dua harga dan sistem permodalan. Bicara permodalan, hadirnya bank syariah merupakan solusi keuangan bagi masyarakat atau pelaku bisnis dalam memperoleh permodalan tanpa ada riba didalamnya.

Demikian artikel cerdasakuntansi.com mengenai Pengertian dan Etika Bisnis Syariah, semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih

Baca Juga :

Perbankan : Jenis, Fungsi, Tujuan dan Contohnya
Produk Bank Syariah : Manfaat Menggunakan Produk
Dasar Perbankan : Jenis dan Fungsinya
Sejarah Ekonomi, Perkembangan Ekonomi Islam
Etika Bisnis Syariah dan Penjelasannya
Ruang Lingkup Syariah, Pengertian dan Cirinya
Syariah, Prinsip, Rukun Jual Beli dan Manfaatnya
Manajemen Bisnis Syariah, Konsep, Ajaran Islam dan Landasan Pokok
Bank : Sejarah Sistem Perbankan, Bunga Bank Sebagai Riba
Perusahaan Manufaktur, Laporan, Laba Rugi, Neraca
Analisa adalah : Karakteristik dan Pengaruh
Biaya Bahan Baku Adalah : Pengendalian, Metode
Manajemen Bisnis : Konsep, Fungsi
Pengertian Bahan Baku : Perolehan, Penyimpanan
Aset Tetap Adalah, Cara, Konsep, Jenis , Karakteristik dan Contoh
Kombinasi Bisnis : Tujuan, Metode dan Alasan
Pengertian Agen : Sistem, Perbedaan, Laporan dan Hubungannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.