Break Even Point Adalah : Analisis, Faktor dan Rumus

Posted on
Break-Even-Point-Adalah-Analisis-Faktor-dan-Rumus
Break Even Point Adalah : Analisis, Faktor dan Rumus

Break Even Point Adalah : Analisis, Faktor dan Rumus

Break Even Point Adalah singkatan dari Break Even Point. BEP ataupun titik impas ini ialah merupakan keadaan yang menggambarkan suatu perusahaan yang tidak memperoleh laba serta juga tidak menderita kerugian.

Suatu perusahaan akan mencapai keadaan BEP apabila pada total penerimaan sama dengan total biaya. Analisis break even point (BEP) atau juga dikenal dengan analisis titik impas ini,

adalah teknik analisis yang dapat digunakan perusahaan untuk dapat mengetahui ataupun untuk dapat merencanakan jumlah produksi perusahaan pada saat tidak perusahaan mengalami untung dan tidak rugi.

Pengertian Break Even Point

Break Even Point (BEP) Ialah suatu titik atau keadaan dimana perusahaan di dalam operasinya tidak memperoleh keuntungan dan tidak menderita kerugian. Dengan arti lain, pada keadaan itu keuntungan atau kerugian sama dengan nol.

Pada hal tersebut bisa terjadi bila perusahaan dalam operasinya menggunakan biaya tetap. Dan juga volume penjualan hanya cukup untuk menutup biaya tetap dan biaya variabel. Apabila pada penjualan hanya cukup untuk menutup biaya variabel dan sebagian biaya tetap. Jadi perusahaan menderita kerugian.

Dan juga sebaliknya akan memperoleh memperoleh keuntungan. Jika penjualan melebihi biaya variabel dan biaya tetap yang harus di keluarkan. Pada analisa break even mempunyai hubungan yang sangat erat dengan program budget. Meskipun pada analisa break even dapat diterapkan dengan data historis. Namun akan sangat berguna bagi manajemen kalau diterapkan pada data taksiran periode yang akan datang.

Pengertian Break Even Point Menurut Para Ahli

Hansen dan juga Mowen (1994 : 16) mengemukakan bahwa “Break Even Point is where total revenues equal total costs, the point is zero profits” yang berarti ialah ” BEP adalah di mana total pendapatan biaya total yang sama, intinya adalah nol keuntungan”.

Menurut Ross, Randolph, dan juga Bradford (1998 : 309) menjelaskan “Break even analysis is popular and commonly used tool for analyzing the relationship between sales volume and profitability”. Yang memeiliki artii ialah “BEP ialah Impas analisis alat populer dan juga sering digunakan untuk menganalisis hubungan antara volume penjualan dan profitabilitas.”

Analisis Break Even Point Untuk Mengambil Keputusan

Analisis Break even secara umum dapat memberikan informasi kepada pimpinan, bagaimana pola hubungan antara volume penjualan, cost/biaya, dan tingkat keuntungan yang akan diperoleh pada level penjualan tertentu. Analisis break even dapat membantu pimpinan dalm mengambil keputusan mengenai hal-hal sebagai berikut:

1

Jumlah penjualan minimalyang harus dipertahankanagar perusahaan tidak mengalami kerugian.

2

Pada jumlah penjualan yang harus dicapai untuk memperoleh keuntungan tertentu.

3

Berapa jauhkah berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak menderita rugi.

4

 Untuk dapat mengetahui bagaimana efek perubahan harga jual, biaya dan volume penjualan terhadap keuntungan yang diperoleh.

Kelemahan BEP Biaya Yang Dikeluarkan Perusahaan

Salah satu kelemahan dari BEP ialah bahwa hanya ada satu macam barang yang diproduksi atau juga dijual. Maka lebih dari satu macam maka kombinasi atau juga komposisi penjualannya (sales mix) akan tetap konstan.

Jika dilihat di jaman sekarang ini bahwa perusahaan untuk meningkatkan daya saingnya, mereka menciptakan banyak produk jadi hal ini sangat sulit. Ada satu asumsi lagi yaitu harga jual persatuan barang tidak akan berubah berapa pun jumlah satuan barang yang dijual atau tidak ada perubahan harga secara umum.Variabel Cost (biaya Variabel)
Variabel cost merupakan jenis biaya yang selalu berubah sesuai dengan perubahan volume penjualan, dimana perubahannya tercermin dalam biaya variabel total. Pada pengertian ini biaya variabel dapat dihitung berdasarkan persentase tertentu dari penjualan. Atau juga variabel cost per unit dikalikan dengan penjualan dalam unit.

Fixed Cost (biaya tetap)

Fixed cost Ialah merupakan jenis biaya yang selalu tetap dan tidak terpengaruh oleh volume penjualan melainkan dihubungkan dengan waktu(function of time). Sehingga pada jenis biaya ini akan konstan selama periode tertentu. Contoh biaya sewa, depresiasi, bunga. Berproduksi atau tidaknya perusahaan biaya ini tetap dikeluarkan.

Semi Varibel Cost

Semi variabel cost merupakan jenis biaya yang sebagian variabel dan sebagian tetap, yang kadang-kadang disebut dengan semi fixed cost. Pada biaya yang tergolong jenis ini contohnya: Sales expense. Atau juga komisi bagi salesman dimana komisi bagisalesman ini tetap unutk range atau volume tertentu, dan naik pada level yang lebih tinggi.

Graphical Approach

Dalam penentuan titik break even dapat pula dilakukan dengan grafik atau bagan, dengan grafik break even manajemen akan dapat mengetahui hubungan antara biaya, penjualan (volume penjualan) dan laba.

Disamping itu juga dengan grafik break even manajemen dapat mengetahui besarnya biaya yang tergolong biaya tetap. Dan juga biaya variabel dan dengan grafik break even pula manajemen akan dapat mengetahui tingkat – tingkat penjualan

yang masih menimbulkan kerugian dan tingkat – tingkat penjualan yang sudah menimbulkan laba atau besarnya rugi atau laba pada suatu tingkat penjualan tertentu. Pada grafis titik break even ditentukan oleh persilangan antara garis total revenue dan garis total cost.

Demikian Artikel cerdasakuntansi.com mengenai Break Even Point Adalah : Analisis, Faktor dan Rumus, semoga artikel ini dapat menambah wawasan serta memahami ilmu akuntansi

Baca juga :

Akuntansi Manajemen : Akuntansi Biaya, Tujuan dan Fungsi
Pengertian Dokumen : Akumulasi Biaya dan Overhead
ISO Adalah : Tujuan, Manfaat, dan Jenis – Jenis ISO
Pengertian Efektivitas : Kriteria, Aspek, dan Contohnya
CRM Adalah : Fungsi dan Tujuan, Komponen, serta Tahapan CRM
Evaluasi Adalah : Tujuan, Fungsi, dan Tahapan Evaluasi
Manajemen Kinerja Adalah : Manfaat, dan Syarat-Syarat, Tujuannya
HRD Adalah : Fungsi dan Tugasnya
Manajemen SDM Adalah : Unsur, Faktor dan Tahapan
Etika Adalah : Pengertian dan Jenisnya
Metode Harga Pokok Pesanan : Syarat dan Kelebihannya
Target Costing Adalah : Tujuan, Kegunaan dan Tahapan
Pengertian PPBS : Planning Programing Budgeting System
Laporan Cash Flow : Elemen, Metode, Manfaat dan Contohnya
Kualitas Adalah : Indikator dan Manfaat
Analisa Resiko : Pengertian dan Probabilitasnya
Estimasi Biaya : Metode, Manfaat dan Contoh
Perkembangan Akuntansi
Pengertian Akuntansi Manajemen dan Manfaatnya
Pengertian Supply Chain Management : Komponen, Tujuan dan Proses
Marketing Adalah : Fungsi dan Konsepnya
Bank Adalah : Sumber Dana Bank
Laporan Keuangan Adalah : Tujuan, Jenis , Unsur dan Manfaat
Perusahaan dagang Adalah : Ciri, Jenis dan Kegiatan
Break Even Point Adalah : Analisis, Faktor dan Rumus
Pasar Uang Adalah : Instrumen dan Jenis
Manajemen File Adalah : Arsitektur, Manfaat dan Fungsi
Grafik Adalah : Tujuan dan Fungsi
Manajemen Personalia Adalah : Tujuan, Fungsi dan Tugas
Manajemen Informatika Adalah : Ruang Lingkup

Leave a Reply

Your email address will not be published.