Badan Usaha Adalah : Fungsi, Syarat, Jenis

5 min read

Pengertian Badan Usaha Fungsi, Syarat, Jenis dan Perbedaannya
Badan-Usaha-Adalah-Fungsi-Syarat-Jenis

Badan Usaha Adalah : Fungsi, Syarat, Jenis

Badan Usaha Adalah kesatuan yuridis (hukum) dan ekonomis yang menggunakan modal dan tenaga kerja dengan tujuan untuk mendapatkan laba atau keuntungan.

Badan Usaha Adalah kesatuan yuridis (hukum) dan ekonomis yang menggunakan modal dan tenaga kerja dengan tujuan untuk mendapatkan laba atau keuntungan.

Saat membuka sebuah bisnis, Anda wajib menentukan jenis badan usaha yang akan didirikan; apakah CV, Firma, koperasi atau bahkan perseroan terbatas.

Penetapan badan usaha sudah menjadi aturan dari pemerintah dalam hal administrasi negara. Hal ini akan memudahkan pemerintah untuk menentukan nilai pajak dan membantu legalitas perijinan pembangunan usaha. Selain itu, hal ini juga bertujuan agar bisnis Anda kelak nantinya tidak menimbulkan masalah.

Fungsi Badan Usaha

Fungsi dari badan usaha mengandung arti peranan badan usaha dalam melakukan kegiatan agar dapat memberikan suatu manfaat, baik manfaat bagi badan usaha yang bersangkutan atau dalam rangka mencari keuntungan, maupun bermanfaat bagi orang lain atau masyarakat dalam rangka mengonsumsi barang sehingga tercapai kepuasan. Badan usaha memiliki fungsi antara lain fungsi komersial, fungsi sosial dan fungsi pembangunan ekonomi:

a. Fungsi Komersial

Salah satu tujuan badan usaha ialah untuk memperoleh keuntungan. Untuk memperoleh keuntungan, badan usaha harus mengelola sumber daya produksi yang tersedia secara efisiensi dan efektif sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen. Untuk mendapatkan keuntungan secara optimal, setiap badan usaha harus bisa menghasilkan produk yang bermutu dan harga bersaing ataupun memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pelanggan. Fungsi komersial dapat memperoleh sasaran yang ditetapkan dengan menerapkan fungsi manajemen dan juga fungsi operasional.

Fungsi Operasional adalah Fungsi operasional merupakan fungsi yang memungkinkan badan usaha bisa menjalankan kegiatannya dengan baik untuk mencapai tujuan. Fungsi ini mencakup fungsi pembelian dan produksi, keuangan,pemasaran, personalia, serta administrasi/akuntansi.
Fungsi Manajerial adalah Fungsi manajerial merupakan fungsi badan usaha yang mengemukakan bagaimana suatu badan usaha dikelola secara efisien agar dapat memberikan keuntungan yang maksimal. Fungsi ini mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan. Kedua fungsi tersebut memiliki sifat internal antarlain yang memiliki arti sampai sejauh mana sebuah badan usaha tersebut mampu menjaga kelangsungan usahanya sehingga tetap berfungsi sebagai bagi badan usaha yang bersangkutan.

b. Fungsi Sosial

Fungsi sosial merupakan badan usaha berhubungan dengan manfaat badan usaha secara langsung atau tidak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Contohnya, dalam penggunaan tenaga kerja, hendaknya badan usaha lebih memprioritaskan tenaga kerja yang berasal dari lingkungan disekitar badan usaha. Fungsi sosial menyampaikan sejauh mana suatu badan usaha mampu mendapatkan peran secara nyata bagi lingkungan di luar badan usaha yang bersangkuta.

Fungsi sosial lainnya adalah menyangkut proses alih teknologi dan ilmu pengetahuan para pekerja. Pada setiap badan usaha hendaknya membekali para pegawai dengan pengetahuan. Dan juga keterampilan teknis sesuai bidang kerjanya, baik pada saat bekerja di badan usaha tersebut maupun setelah keluar. Jadi, badan usaha tidak hanya memanfaatkan tenaga dan pikiran pegawainya untuk kemajuan badan usaha semata, tapi juga memperhatikan kualitas dan masa depannya.

Operasionalisasi badan usaha, khususnya perusahaan, terkadang menghasilkan dampak negatif seperti polusi dan juga kerusakan lingkungan. Untuk itu, badan usaha harus bisa mencegah atau menekan seminimal mungkin terjadinya dampak negatif tersebut. Pengelolaan limbah dan juga penataan lingkungan yang baik akan berpengaruh pada kenyamanan hidup masyarakat sekitar.

c. Fungsi Pembangungan Ekonomi

Badan usaha ialah mitra pemerintah dalam pembangunan ekonomi nasional. Banyak peran yang dapat dilakukan badan usaha untuk mebantu pemerintah, antara lain dalam peningkatan ekspor dan sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam pemerataan pendapatan masyarakat. Di lain pihak, pemerintah bisa memungut pajak dari badan usaha tersebut.

Selain badan usaha miliki negara, juga ada yang dimaksud dengan badan usaha swasta asing. Badan Usaha Swasta Asing merupakan badan usaha yang modalnya dimiliki oleh pihak luar negeri. Faktor Timbulnya badan usaha milik swasta asing ini ialah faktor ketersediaan sumber daya alam (bahan baku), potensi pasar yang besar, upah tenaga kerja yang cenderung lebih murah.

Syarat- Syarat Mendirikan Badan Usaha

Agar dapat mendirikan badan usaha, memerlukan beberapa hal diantaranya ialah sebagai berikut: Adanya suatu produk maupun jasa yang nantinya akan diperjual belikan atau di perdagangkan. Cara pemasaran produk atau jasa yang akan diperdagangkan.

• Penentuan mengenai harga pokok dan harga jual pada produk maupun jasa.
• Kebutuhan akan tenaga kerja.
• Organisasi internal.
• Pembelanjaan, dan jenis dari badan usaha yang akan dipilih.
• Faktor – Faktor yang mempengaruhi Pemilihan Atas Jenis Badan Usaha adalah sebagai berikut:
• Tipe dari usahanya, contohnya: perkebunan, perdagangan , industri, dan lain sebagainya.
• Luas jangkauan pemasaran yang akan dicapai
• Modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha.
• Sistem pengawasan yang dikehendaki.
• Tinggi rendahnya resiko yang akan dihadapi nantinya.
• Keuntungan yang direncanakan.
• Jangka waktu izin operasional yang diberikan oleh pemerintah.

Jenis Badan Usaha yang terdapat di Indonesia

a. BUMN (Badan Usaha Milik Negara)

BUMN ialah badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh pemerintah dan pegawai yang bekerja di BUMN berstatus sebagai pegawai negeri. Ada tiga macam BUMN, yaitu:

Perjan, ialah salah satu jenis BUMN yang seluruh modalnya dimiliki oleh pemerintah. Orientasi utama dari badan usaha ini ialah pelayanan masyarakat. Akan tetapi sebab terus-terusan mengalami kerugian. Sekarang ini sudah tidak ada lagi perusahaan BUMN yang akan menggunakan model perja, karena biaya yang dikeluarkan untuk memelihara perjan tersebut sangatlah besar. Misalnya perjan PJKA yang sekarang sudah menjadi PT. KAI (PT Kereta Api Indonesia).

Perum, ialah perum yang telah diubah. Sama halnya dengan perjan, perum dikelola penuh oleh pemerintah dan pegawainya yang berstatus sebagai pegawai negeri. Akan tetapi perusahaan ini masih mengalami kerugian meski status perjan sudah diubah menjadi perum. Sehingga pemerintah mau ngak mau harus menjual sebagian sahamnya kepada publik dan juga statusnya berubah menjadi Persero.

Persero, ialah badan usaha yang dikelola oleh pemerintah atau negara. Sangat berbeda sekali dengan Perjan atau Perum, Persero bertujuan untuk mencari keuntungan dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat sehingga membuat Persero tidak akan mengalami kerugian. Modal didalam mendirikan persero sebagian atau seluruhnya bersumber dari kekayaan negara dan pemimpin persero disebut juga dengan Direksi, serta pegawai yang bekerja statusnya menjadi pegawai swasta.Pada Perusahaan jenis ini belum memperoleh fasilitasn dari negara. Dan juga badan usaha persero ditulis dengan PT (nama dari perusahaan). Contohnya: PT Jasa Raharja, PT Telekomunikasi Indonesi, PT Bank Rakyat Indonesia, dan lain sebagainya.

b. BUMS (Badan Usaha Milik Swasta)

BUMS ialah badan usaha yang didirikan oleh seseorang maupun kelompok swasta. Macam-mcam BUMS adalah sebagai berikut:
Firma (Fa) ialah sebuah Badan Usaha yang didirikan oleh dua orang atau lebih, yang mana setiap anggotanya memiliki tanggung jawab penuh terhadap perusahaan. Cara mendirikan firma ialah dengan membuat akta perjanjian dihadapan notaris. Dimana perjanjian tersebut memuat nama dari pendiri Firma, cara membagi keuntungan yang didapatkan dan waktu dimulai ataupun diakhirinya perjanjian tersebut.

CV (Commanditaire Vennotschap) atau Persekutuan Komanditer, merupakan badan usaha yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang bersekutu, dimana sebagian merupakan sekutu aktif dan lainnya sebagai sekutu pasif. Sekutu aktif ialah orang-orang yang menyertakan modal sekaligus menjalankan usahanya, sedangkan sekutu pasif adalah orang-orang yang hanya menyertakan modal saja. Pada Sekutu aktif yang bertanggung jawab penuh terhadap seluruh kekayaan. Dan juga hutang pada perusahaan, sedangkan sekutu pasif hanya memiliki tanggung jawab terhadap modal yang telah diberikannya.

PT (Perseroan Terbatas), ialah badan usaha yang mudalnya terbagi atas saham-saham, tanggung jawab terhadap perusahaan bagi para pemiliknya hanya sebatas sebesar saham yang dimilikinya.

Perbedaan Badan Usaha dengan Perusahaan
Perbedaan badan usaha dengan perusahaan Ialah, Badan usaha menggunakan aspek-aspek hukum untuk mencapai tujuan, yaitu untuk memperoleh barang atau jasa, sedangkan perusahaan adalah alat untuk mencapai tujuan badan usaha tersebut.

Dengan kata lain, badan usaha Ialah suatu lembaga, sedangkan perusahaan adalah tempat badan usaha tersebut beroperasi untuk mencapai tujuan. Sebuah badan usaha dapat memiliki lebih dari satu perusahaan untuk memaksimalkan laba.

Sederhanya, perbedaan badan usaha dengan perusahaan dapat kita pahami melalui penjelasan berikut:

Perusahaan menghasilkan barang dan jasa, sedangkan badan usaha akan menghasilkan untung atau rugi.

Perusahaan bisa dalam bentuk instansi, toko, pabrik, sedangkan badan usaha bentuknya CV, PT, Firma, Koperasi, dan lain-lain.

Perusahaan Ialah alat yang digunakan oleh badan usaha untuk memperoleh barang dan jasa yang dapat menghasilkan laba atau kerugian.

Berikut ini Dua Jenis PT Yaitu PT Tertutup dan PT Terbuka, ialah..
PT Tertutup ialah PT yang pemegang sahamnya hanya terbatas pada kalangan tertentu saja, misalnya seperti hanay dikalangan keluarga.

PT Terbuka ialah PT yang saham-sahamnya dijual secara umum, misalnya: PT Pupuk Kaltim, PT Union Metal, PT Djarum, PT Holcim, dan lain sebagainya.

Demikian artiket cerdasakuntansi.com mengenai Pengertian Badan Usaha : Fungsi, Syarat, Jenis dan Perbedaannya, Semoga dapat bermanfaat

Baca juga :

Akuntansi Manajemen : Akuntansi Biaya, Tujuan dan Fungsi
Pengertian Dokumen : Akumulasi Biaya dan Overhead
ISO Adalah : Tujuan, Manfaat, dan Jenis – Jenis ISO
Pengertian Efektivitas : Kriteria, Aspek, dan Contohnya
CRM Adalah : Fungsi dan Tujuan, Komponen, serta Tahapan CRM
Evaluasi Adalah : Tujuan, Fungsi, dan Tahapan Evaluasi
Manajemen Kinerja Adalah : Manfaat, dan Syarat-Syarat, Tujuannya
HRD Adalah : Fungsi dan Tugasnya
Manajemen SDM Adalah : Unsur, Faktor dan Tahapan
Etika Adalah : Pengertian dan Jenisnya
Metode Harga Pokok Pesanan : Syarat dan Kelebihannya
Target Costing Adalah : Tujuan, Kegunaan dan Tahapan
Pengertian PPBS : Planning Programing Budgeting System
Laporan Cash Flow : Elemen, Metode, Manfaat dan Contohnya
Kualitas Adalah : Indikator dan Manfaat
Analisa Resiko : Pengertian dan Probabilitasnya
Estimasi Biaya : Metode, Manfaat dan Contoh
Perkembangan Akuntansi
Pengertian Akuntansi Manajemen dan Manfaatnya
Pengertian Supply Chain Management : Komponen, Tujuan dan Proses
Marketing Adalah : Fungsi dan Konsepnya
Bank Adalah : Sumber Dana Bank
Laporan Keuangan Adalah : Tujuan, Jenis , Unsur dan Manfaat
Perusahaan dagang Adalah : Ciri, Jenis dan Kegiatan
Break Even Point Adalah : Analisis, Faktor dan Rumus
Pasar Uang Adalah : Instrumen dan Jenis
Manajemen File Adalah : Arsitektur, Manfaat dan Fungsi
Grafik Adalah : Tujuan dan Fungsi
Manajemen Personalia Adalah : Tujuan, Fungsi dan Tugas
Manajemen Informatika Adalah : Ruang Lingkup

Leave a Reply

Your email address will not be published.