Pengertian Agen : Sistem, Perbedaan, Laporan dan Hubungannya

Posted on
Pengertian Agen : Sistem, Perbedaan, Laporan dan Hubungannya

Pengertian Agen : Sistem, Perbedaan, Laporan dan Hubungannya

Pengertian Agen Adalah merupakan perwakilan perusahaan yang tidak mempunyai otonomi untuk melaksanakan transaksi dengan pihak ketiga. Agen hanya berfungsi sebagai bagian perusahaan yang menampung order pembelian dari para pembeli dan meneruskan order pembelian tersebut kepada perusahaan (kantor pusatnya) untuk diselesaikan.

Sedangkan cabang mempunyai otonomi sendiri persis seperti perusahaan lain yang berdiri sendiri.

Sistem Akuntansi Cabang :

• Sentralisasi merupakan Pembukuan sepenuhnya dilakukan oleh kantor Pusat.
• Desentralisasi merupakan Cabang menyelenggarakan pembukuan atas transaksi-transaksi yang terjadi pada cabang.
• mengeliminasi saldo rek R/K Pusat dan R/K Cabang dan hutang pihutang pusat cabang.
• menjumlahkan saldo-saldo rekening aktiva dan hutang.

Penyesuaian dari perkiraan silang

Saldo perkiraan cabang pada buku kantor pusat dan saldo perkiraan kantor pusat dalam buku cabang munkin tidak menunjukkan saldo yang bersilangan pada suatu saat,karena data-data tertentu antar kantor yang telah dicatat oleh kantor yang satu belum tentu. Dicatat pada kantor yang lain.

Data – data yang harus dipertimbangkan pada mencocokan dua perkiraan silang antara lain:

• Debit dalam perkiraan cabang tidak disertai dengan kredit yang sama pada perkiraan kantor pusat.
• Kredit dalam perkiraan cabang tidak disertai dengan debit yang sama pada perkiraan kantor pusat.
• Debit pada perkiraan kantor pusat tidak disertai dengan kredit yang sama pada perkiraan kantor cabang.
• Kredit dalam perkiraan kantor pusat tidak disertai dengan debit yang sama pada kantor cabang.
Beberapa perbedaan antara agen dan cabang adalah
• Persediaan barang yang ada di agen tidak untuk dijual (sebagai sampel atau contoh saja), sedang persediaan pada cabang untuk dijual (sebagai stok).
• Transaksi-transaksi dengan pihak ketiga, agen tidak diberi wewenang untuk memutuskannya, tetapi pada cabang boleh memutuskan sendiri tanpa seizin kantor pusat.
• Agen hanya berfungsi sebagai penerima pesanan saja, sedang kantor cabang selain menerima pesanan juga mengadakan transaksi penjualan.
• Demikian pula pada hal pemberian persetujuan penjualan dan syarat-syarat penjualan. Agen yang ditangani oleh pusat, sedangkan kantor cabang ditangani sendiri. Pada pengumpulan piutang agen ditangani oleh kantor pusat, sedangkan cabang ditangani sendiri

1. Agen tidak membuat pencatatan dan laporan keuangan, tetapi cabang menyelenggarakan pembukuan dan membuat laporan keuangan sendiri untuk dilaporkan kepada kantor pusat.

Pada hubungan antara kantor pusat dan cabang. BIsa diikuti dengan menggunakan akun timbal-balik (Reciprocal Accounts) yaitu pada buku kantor pusat dengan menggunakan “Kantor Pusat”, sedang pada buku kantor cabang dengan menggunakan akun “Kantor Pusat”. Kedua akun tersebut harus mempunyai saldo yang sama besarnya.

a) Operasi agen penjual 

Agen penjual yang beroperasi semata-mata hanya sebagai organisasi penjual local dibawah pengawasan langsung kantor pusat,pada umumnya tidak menyelenggarakan persediaan kecuali contoh dari jenis produk yang ditawarkan untuk dijual.

Agen penjual biasa diberi dana kerja untuk membayar biaya yang dapat dibayar dengan lebih mudah melalui agen penjual. Pada sistem imprest sering kali digunakan untuk mengendalikan agen kas untuk penjual.

Kantor pusat dapat mengemban tanggung jawab utnuk memelihara piutang usaha yang timbul dari penjualan,manufaktur pelanggan,untuk melakukan penagihan. Dengan operasi agen penjual lainnya selain beban operasi yang di bayar oleh penjual dari dana kerjanya dipenuhi oleh kantor pusat.

Laporan Keuangan Gabungan Kantor Pusat Dan Kantor Cabang

Kantor pusat pada setiap akhir periode diwajibkan membuat laporan keuangan gabungan yang terdiri dari neraca gabungan dan laporan laba-rugi gabungan. Laporan keuangan gabungan tersebut mencakup harta, kewajiban, beban, dan hasil usaha baik yang ada di kantor pusat maupun yang ada di kantor cabangnya.

Pada penyusunan laporan keuangan gabungan, terlebih dahulu masing-masing kantor membuat laporan keuangannya secara individual. Barulah setelah itu, kedua laporan individual digabungkan setelah mengalami proses penyesuaian dan eliminasi terlebih dahulu.

Jurnal dilakukan apabila terjadi ketidakcocokan saldo akun timbal balik, yaitu akun “Kantor Cabang” pada buku kantor pusat, dan akun “Kantor Pusat” pada buku kantor cabang. Ketidakcocokan saldo akun tersebut dapat disebabkan karena adanya transaksi yang berhubungan antara pusat dan cabang yang belum dicatat oleh diantara keduanya atau baru dicatat oleh salah satu pihak, sedangkan pihak yang lain belum mencatatnya.

Jurnal eliminasi digunakan untuk menghapuskan atau menghilangkan akun-akun timbal balik antara kantor pusat dan kantor cabangnya. Eliminasi ini hanya dilakukan apabila akan disusun laporan keuangan gabungan. Sedang untuk laporan keuangan individual tidak mengenal eliminasi.

Untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan gabungan antara kantor pusat dan cabang, dibuatlah “Kertas Kerja Penyusunan Laporan Keuangan Gabungan” yang berisi kolom-kolom:

• Akun Kantor Pusat.
• Akun Kantor Cabang.
• Eliminasi Debet dan Kredit.
• Kolom Neraca Gabungan atau Laporan Laba-Rugi Gabungan.

Kantor Pusat Dan Cabang

Pencapaian tujuan pemasaran Agen (Agency) atau Cabang (Branch)

Perbedaan Agen dan cabang :

Agen Cabang

• fungsi penerima pesanan

• persediaan berupa sample

• syarat-syarat penjualan ditentukan pusat

• modal kerja diberi pusat
• wewenang transaksi
mempunyai persediaan

• memberikan syarat-syarat penjualan

• transaksi pembayaran sendiri

Hubungan Agen dan Pusat :Agen hanya menyelenggarakan buku kas untuk mencatat penerimaan dan juga pengeluaran kas. Sedangkan pusat pembukuan atas transaksi-transaksi yang terjadi di agen dapat dilakukan pada dua cara yaitu :

• ditentukan secara terpisah

• ditentukan secara tidak terpisah

Hubungan Cabang dan Pusat :
Bekerjanya suatu cabang diantaranya adalah :

• Cabang diberi modal kerja

• Cabang dapat membeli kebutuhan barang dagangan

• Cabang dapat melakukan aktivitas penjualan

Demikian artikel cerdasakuntansi.com mengenai Agen dan Cabang : Pengertian, Sistem, Perbedaan, Laporan dan Hubungannya, semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih

Baca Juga :

Perbankan : Jenis, Fungsi, Tujuan dan Contohnya
Produk Bank Syariah : Manfaat Menggunakan Produk
Dasar Perbankan : Jenis dan Fungsinya
Sejarah Ekonomi, Perkembangan Ekonomi Islam
Etika Bisnis Syariah dan Penjelasannya
Ruang Lingkup Syariah, Pengertian dan Cirinya
Syariah, Prinsip, Rukun Jual Beli dan Manfaatnya
Manajemen Bisnis Syariah, Konsep, Ajaran Islam dan Landasan Pokok
Bank : Sejarah Sistem Perbankan, Bunga Bank Sebagai Riba
Perusahaan Manufaktur, Laporan, Laba Rugi, Neraca
Analisa adalah : Karakteristik dan Pengaruh
Biaya Bahan Baku Adalah : Pengendalian, Metode
Manajemen Bisnis : Konsep, Fungsi
Pengertian Bahan Baku : Perolehan, Penyimpanan
Aset Tetap Adalah, Cara, Konsep, Jenis , Karakteristik dan Contoh
Kombinasi Bisnis : Tujuan, Metode dan Alasan
Pengertian Agen : Sistem, Perbedaan, Laporan dan Hubungannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.