PPN : Mekanisme, Fungsi dan Sifat

Posted on
PPN-Mekanisme-Fungsi-dan-Sifat

PPN : Mekanisme, Fungsi dan Sifat

Pengertian PPN pungutan yang dikenakan dalam setiap proses produksi maupun distribusi. Itulah alasannya kita sering menemukan PPN dalam transaksi sehari-hari. Sebab, dalam PPN, pihak yang menanggung beban pajak adalah konsumen akhir/pembeli.


Mekanisme Pemungutan PPN Berdasarkan Peraturan yang Berlaku
Secara umum, mekanisme pemungutan PPN merupakan rekanan menerbitkan faktur pajak dan menerbitkan SSP atas setiap penyerahan BKP/JKP ke pemungut PPN.

Dengan demikian, pembeli atas BKP/JKP yang terkait wajib membayar ke PKP penjual sebesar harga jual ditambah PPN terutang. Tarif PPN sebesar 10%.

Menjelaskan Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 136/PMK.03/2012 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 85/PMK.03/2012 tentang Penunjukan Badan Usaha Milik Negara

untuk Memungut, Menyetor, dan Melaporkan Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah, serta Tata Cara Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporannya, mekanisme pemungutan PPN adalah:

Rekanan memiliki kewajiban dalam membuat faktur pajak dan Surat Setoran Pajak (SSP) atas tiap penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan/atau Jasa Kena Pajak (JKP) kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).


Faktur pajak dibuat sesuai ketentuan di bidang perpajakan.
Mencantumkan NPWP dan identitas rekanan dan melakukan penandatanganan SPP yang dilakukan oleh BUMN sebagai penyetor atas nama rekanan tersebut.


Atas penyerahan BKP, selain terutang PPN, yakni terutang pula PPnBM, maka rekanan mencantumkan pula jumlah PPnBM terutang pada faktur pajak.


Faktur pajak dibuat rangkap 3. Lembar pertama untuk BUMN, lembar kedua untuk rekanan, dan ketiga untuk BUMN yang dilampirkan pada SPT Masa PPN.


SSP dibuat rangkap 5. Lembar pertama untuk rekanan, kedua untuk KPPN lewat bank persepsi atau kantor pos, ketiga untuk rekanan yang dilampirkan pada SPT Masa PPN, keempat untuk bank persepsi atau kantor pos, kelima untuk BUMN yang dilampirkan pada SPT Masa PPN bagi pemungut PPN.


Melakukan pemungutan wajib menyertakan cap “Disetor tanggal ” dan menandatanganinya pada faktur pajak.


Faktur pajak dan SSP adalah bukti pemungutan dan penyetoran atas PPN dan PPnBM.

 

Fungsi Pajak bagi Negara dan Masyarakat


Pajak juga mempunyai peranan yang signifikan dalam kehidupan bernegara, khususnya pembangunan.


Pajak ialah merupakan sumber pendapatan negara dalam membiayai seluruh pengeluaran yang dibutuhkan, termasuk pengeluaran untuk pembangunan. Sehingga pajak mempunyai beberapa fungsi, antara lain:

1. Fungsi Anggaran (Fungsi Budgeter)


Pajak merupakan sumber pemasukan keuangan negara dengan cara mengumpulkan dana atau uang dari wajib pajak ke kas negara untuk membiayai pembangunan nasional atau pengeluaran negara lainnya.
Sehingga bisa mempunyai fungsi pajak merupakan sumber pendapatan negara yang memiliki tujuan menyeimbangkan pengeluaran negara dengan pendapatan negara.

2. Fungsi Mengatur (Fungsi Regulasi)

Pajak ialah merupakan alat untuk melaksanakan atau mengatur kebijakan negara dalam lapangan sosial dan ekonomi. Fungsi mengatur tersebut antara lain :

Pajak dapat digunakan untuk menghambat laju inflasi. Pajak bisa juga digunakan sebagai alat untuk mendorong kegiatan ekspor, seperti: pajak ekspor barang. Pajak dapat memberikan proteksi atau perlindungan terhadap barang produksi dari dalam negeri, contohnya: Pajak Pertambahan Nilai (PPN).


Pajak bisa mengatur dan juga menarik investasi modal yang membantu perekonomian agar semakin produktif.


3. Fungsi Pemerataan (Pajak Distribusi)


Pajak bisa juga digunakan untuk menyesuaikan dan menyeimbangkan antara pembagian pendapatan dengan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat.

4. Fungsi Stabilisasi


Pajak bisa juga digunakan untuk menstabilkan kondisi dan juga keadaan perekonomian. contohnya: untuk mengatasi inflasi, pemerintah menetapkan pajak yang tinggi, sehingga jumlah uang yang beredar dapat dikurangi. Sedangkan untuk mengatasi kelesuan ekonomi atau deflasi, pemerintah menurunkan pajak, sehingga jumlah uang yang beredar dapat ditambah dan deflasi dapat di atasi.

Keempat mempunyai fungsi pajak di atas merupakan fungsi dari pajak yang umum dijumpai di berbagai negara. Di Indonesia saat ini pada pemerintah lebih menitik beratkan kepada 2 fungsi pajak yang pertama. Lembaga Pemerintah yang mengelola perpajakan negara di Indonesia adalah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang berada di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Yang bertanggung jawab atas kewajiban membayar pajak berada pada anggota masyarakat sendiri. Dan untuk memenuhi kewajiban tersebut, sesuai dengan sistem self assessment yang dianut dalam Sistem Perpajakan Indonesia.


Direktorat Jenderal Pajak, sesuai fungsinya berkewajiban melakukan pembinaan, penyuluhan, pelayanan, serta pengawasan kepada masyarakat.
Untuk melaksanakan fungsinya tersebut, Direktorat Jenderal Pajak berusaha sebaik mungkin memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai visi dan juga misi Direktorat Jenderal Pajak.

 

Pengertian Pajak Pertambahan Nilai


Pajak Pertambahan Nilai ialah pajak yang dikenakan atas konsumsi di dalam negeri, baik konsumsi barang maupun konsumsi jasa. Oleh karena itu, atas barang yang tidak di didalam daerah pabean (diekspor), dikenakan pajak dengan tarif 0% (nol persen).

Sebaliknya, agar impor barang dikenakan pajak yang sama dengan produksi dalam negeri.
Sesuai pada pertimbangan keadaan ekonomi, sosial, budaya, tidak semua jenis barang dan jasa yang dikenakan pajak. (Waluyo dan Wirawan Ilyas, 2000:263)

Sifat-sifat Pemungutan Pajak Pertambahan Nilai


Pajak Pertambahan Nilai mempunyai beberapa sifat Pemungutan, yaitu:
1. Pajak Pertambahan Nilai sebagai Objektif
2. Pajak Pertambahan Nilai sebagai Pajak tidak Langsung
3. Pemungutan Pajak Pertambahan Nilai Multi Stage Tax
4. Pada Pajak Pertambahan Nilai dipungut dengan menggunakan alat bukti faktur pajak
5. Pajak Pertambahan Nilai bersifat netral
6. Pajak Pertambahan Nilai tidak menimbulkan pajak ganda.
7. Pada Pajak Pertambahan Nilai sebagai Pajak atas konsumsi dalam negeri penyerahan Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak dilakukan Atas Konsumsi dalam negeri.

 

Demikian artikel cerdasakuntansi.com mengenai PPN : Mekanisme, Fungsi dan Sifat, semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih

Baca Juga :

Menerapkan prinsip profesional Kerja : Contoh Soal dan Jawaban Bank Adalah
Istilah Penting Akuntansi Biaya Siklus Akuntansi
Kopersai Pemasaran Aktivitas Analisis Data Adalah
Akuntansi Koperasi Pengertian Akuntansi
Dasar Akuntansi Dasar Akuntansi
Opini Audit Adalah Asumsi Adalah
Sistem Adalah Konsep Manajemen
Profesi Akuntansi Akuntansi Dasar
Jurnal Umum dan Khusus Analisa Bukti Transaksi Keuangan