Pengertian PPh : Rumus PPh dan cara Menghitungnya

Posted on
Pengertian-PPh-Rumus-PPh-dan-cara-Menghitungnya

Pengertian PPh : Rumus PPh dan cara Menghitungnya

 

Pengertian PPh  diartikan sebagai denda atau bayaran yang dikenakan kepada seseorang atau badan usaha atas hasil yang diperoleh atas usaha atau pekerjaannya. Pajak sudah ada sejak zaman kolonial. Akan tetapi, dahulunya pada 1925 di Indonesia pajak hanya diterapkan untuk perkebunan besar saja dan disebut dengan PPs atau pajak perseroan. Penerapannya dihitung dari laba yang diperoleh.

Kemudian, mulai pada tahun 1932 ada pajak untuk karyawan perusahaan yang mulai diberlakukan. Per bulannya dari upah atau gaji sudah otomatis dipotong oleh pemilik usaha.

Pada sistemnya dikenakan per individu sebagai pajak pendapatan disebut dengan Ordonasi Pajak. Nantinya pajak dapat dipergunakan oleh pemerintah untuk operasional negara, pembayaran pegawai negeri, dan pembangunan negara.

 

Rumus Pajak Penghasilan

untuk memotong penghasilan sebagai pajak tidak diberlakukan sembarangan. Semua sudah ada aturan dan rumus yang sudah disepakati bersama secara hukum. Dengan hal ini, pungutan liar pun bisa dicegah, ini juga merupakan cara seadil – adilnya yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk memperlakukan warga masyarakatnya sama rata. Bayangkan jika potongan pajak diberlakukan sama rata, pasti tidak akan adil.

 

Pada Rumus diterapkan berbeda – beda menurut seberapa besar penghasilan yang didapatkan. Jadi, rumus pajak tidak sama seperti rumus matematika yang bersifat pasti. Menurut Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2008 pada Pasal 17, ketentuan tarif pajak adalah sebagai berikut ini:

 

Besaran Pajak sebesar 5% akan dikenakan pada warna negara yang memiliki penghasilan Rp 50.000.000,00 per tahun.

Pajak sebesar 15% akan dikenakan pada warga negara yang memiliki penghasilan Rp 50.000.000,00 sampai dengan Rp 250.000.000,00

Besaran Pajak sebesar 25% akan dikenakan pada warga negara yang memiliki penghasilan Rp 250.000.000,00 sampai dengan Rp 500.000.000,00

Besaran Pajak sebesar 30% akan dikenakan pada warga negara yang memiliki penghasilan Rp 500.000.000,00 ke atas

Untuk warga negara yang telah bekerja yang memenuhi kriteria untuk membayar pajak tetapi tidak mempunyai NPWP, maka ia akan dikenai pajak 20% lebih tinggi.

Nantinya penghasilan pertahun tersebut dihitung berdasarkan jumlah gaji kotor akumulasi dalam satu tahun. Bukan gaji bersih yang dikantongi setiap bulan.

 

Maka  potongan untuk BPJS serta jaminan lain dan bonus akan dihitung untuk dikalikan. Pemberlakuan penerapan pajak ini untuk mereka yang masih lajang dengan yang sudah beristri dan memiliki anak, hitungannya akan berbeda lagi.

 

Seterusnya,  ialah  pajak untuk Badan Usaha yang sudah memenuhi kriteria untuk dikenai pajak penghasilan. Hal ini telah diatur di dalam Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2008 dan Peraturan Pemerintah Tahun 2013 Nomor 46. Ketentuan tarif pajaknya adalah sebagai berikut ini:

 

Omzet bruto kurang dari Rp 4,8 miliyar rupiah per tahun, akan dikenai tarif pajak 1% x omzet bruto

Omzet bruto dari Rp 4,8 miliyar sampai dengan Rp 50 miliyar per tahun, maka tarif penghitungan pajaknya adalah (0,25 – (0,6 miliyar / omzet bruto x penghasilan kena pajak / PKP

Untuk Omzet bruto lebih besar dari Rp 50 miliyar per tahun, akan dihitung dengan cara mengalikan 25% x penghasilan kena pajak / PKP

Untuk Penghasilan Tidak Kena Pajak, Ada lagi ketentuan lain, yakni menyangkut status perkawainan, yang cara penghitungannya diberlakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

 

Pada Status tidak kawin dan belum memiliki tanggungan : Rp 54.000.000,00

Status kawin dan juga memiliki 1 tanggungan anak : Rp 58.500.000,00, karena tambahan wajib per orang setelah menikah adalah Rp 4.500.000,00

Tambahan maksimal adalah 3 orang (1 istri dan 2 anak)

Penghasilan istri dan penghasilan suami jika digabunggkan : Rp 54.000.000,00

Uraiannya adalah seperti berikut ini:

 

TK/0 = 54 juta

TK/1 = 54 juta + 4,5 juta

TK/2 = 54 juta + (2 x 4,5 juta)

K/0 = 54 juta + 4,5 juta

K/1 = 58, 5 juta + 4,5 juta

K/2 = 58,5 juta + (2 x 4,5 juta)

K/1/0 = 108 juta + 4,5 juta

K/1/1 = 112, 5 juta + 4,5 juta

 

Cara Menghitung Pajak Penghasilan

 

Untuk menghitung pajak memang bukan perkara mudah dan bisa dimengerti hanya dalam satu kali penjelasan saja.

Dalam  memahami rumus dan juga cara penghitungan yang sudah disampaikan di atas,. cobalah untuk dapat  memperhatikan pada pengaplikasiannya di bawah ini. Contoh cara menghitung pajak penghasilan:

 

Sandi adalah seorang karyawan perusahaan tekstil. Pendapatannya perbulan adalah 13 juta rupiah. Dalam satu tahun, ia membayarkan dana pensiun sebanyak 2,3 juta rupiah. Perusahaan tekstil tempat Sandi bekerja, menerapkan biaya jabatan pertahun sebesar 5 juta rupiah. Sandi sudah menikah yang memiliki dua orang anak, istrinya tidak bekerja.

Berapakah besaran pajak penghasilan yang harus dibayar Sandi per bulan?

 

Perhitungan 1 tahun penghasilan:

 

Penghasilan bruto selama satu tahun : 13 juta x 12 bulan = 156 juta

 

Pengurangan :

 

Keterangan : Penghasilan 1 tahun – biaya jabatan – dana pensiun

 

= 156 juta – 5 juta – 2,3 juta

= 148,7 juta

 

PTKP K/2

 

= 148,7 juta – 67,5 juta

= 81,2 juta  50 juta + 31, 2 juta

Keterangan : Pajak terutang PPh : 5% x 50 juta = 2,5 juta

Pajak terutang PPh : 15% x 31, 2 juta = 4,68 juta

PPh setahun : 2,5 juta + 31,2 juta = 7,18 juta

PPh per bulan

 

= 7,18 juta : 12

= Rp 598.333,33

 

Demikaian artikel cerdasakuntansi.com mengenai Pengertian PPh : Rumus PPh dan cara Menghitungnya, semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih

Baca Juga :

Menerapkan prinsip profesional Kerja : Contoh Soal dan Jawaban Bank Adalah
Istilah Penting Akuntansi Biaya Siklus Akuntansi
Kopersai Pemasaran Aktivitas Analisis Data Adalah
Akuntansi Koperasi Pengertian Akuntansi
Dasar Akuntansi Dasar Akuntansi
Opini Audit Adalah Asumsi Adalah
Sistem Adalah Konsep Manajemen
Profesi Akuntansi Akuntansi Dasar
Jurnal Umum dan Khusus Analisa Bukti Transaksi Keuangan
Sistem Adalah Koperasi Produksi
Opini Audit Adalah Konsumen
Sistem Adalah Pengertian Kelangkaan
Profesi Akuntansi Produsen Adalah
Perusahaan Adalah Akuntansi Manajemen
Jurnal Umum dan Khusus Pendapatan Nasional
Bank Adalah Pelaku Ekonomi
Siklus Akuntansi Pasar Input
Analisis Data Adalah Pasar Barang
Logistik Evaluasi Adalah
Pengertian Statistik Manajemen Kinerja
Akuntansi Biaya HRD Adalah : Fungsi dan Tugasnya
Dokumen Adalah Pamflet adalah
ISO Adalah Manajemen SDM Adalah
Neraca Saldo Adalah Etika Adalah
Efektivitas Adalah Harga Pokok Pesanan
Audit Adalah Target Costing, Adalah
Inkaso Adalah Planning Programing Budgeting System (PPBS), Adalah
CRM Adalah Laporan Cash Flow