Pengertian pajak : PPh pasal 21, 22, 23, 29, 25 dan Cara Pembayarannya

Posted on
Pengertian-pajak-PPh-pasal-21-22-23-29-25-dan-Cara-Pembayarannya

Pengertian pajak : PPh pasal 21, 22, 23, 29, 25 dan Cara Pembayarannya

 

Pengertian Pajak ialah pungutan wajib yang dibayar rakyat untuk negara dan akan digunakan untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat umum.


Masyarakat yang akan membayar pajak tidak akan merasakan manfaat dari pajak secara langsung. Sebab pajak digunakan untuk kepentingan umum, bukan untuk kepentingan pribadi.


Pajak adalah salah satu sumber dana pemerintah untuk melakukan pembangunan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pemungutan pajak dapat dipaksakan karena dilaksanakan berdasarkan undang-undang.


Membayar pajak ialah suatu kewajiban bagi seluruh Warga Negara Indonesia yang sudah memiliki penghasilan.


Mungkin beberapa dari Anda akan sedikit bingung perihal banyaknya jenis pajak yang harus dibayarkan. Hal ini lumrah terjadi karena urusan perpajakan Negara adalah hal yang cukup rumit.

Namun, tidak perlu khawatir, yang perlu Anda perhatikan adalah mengetahui penghasilan dan aset yang anda miliki, sehingga Anda tahu harus membayarkan jenis pajak yang mana.
Dalam hal ini akan dibahas mengenai pembayaran Pajak Penghasilan PPh 21 dan pajak sejenisnya.

Untuk Pembayaran Pajak Penghasilan, yang perlu Anda ketahui adalah PPh pasal berapakah penghasilan Anda.
Bila sudah memahaminya, cara pembayaran dan pelaporannya cukup mudah dan mengikuti pada jenis PPh yang ingin Anda bayarkan. Berikut ini akan dibahas mengenai beberapa jenis Pajak Penghasilan yang harus Anda ketahui.

 

1. Pajak Penghasilan Pasal 21


Pajak Penghasilan PPh 21 ialah pajak penghasilan yang diberlakukan pada penghasilan tertentu.
Penghasilan ini mencakup upah, gaji, tunjangan, dan honorarium serta beberapa pembayaran lain.


Untuk Pembayaran berlaku pada objek yang berhubungan dengan jabatan atau pekerjaan, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subjek pajak dalam negeri. Aturan tersebut tertera pada Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-16/PJ/2016.

Adapun yang termasuk ke dalam peserta PPh 21 adalah pegawai maupun bukan pegawai, penerima pensiun dan pesangon serta ahli warisnya, serta anggota dewan komisaris, peserta kegiatan dan juga mantan pekerja.

2. Pajak Penghasilan Pasal 22


Pasal ini memberlakukan pemotongan atau pemungutan pajak pada badan usaha tertentu. Yang termasuk ke dalam badan usaha ini bisa dari pemerintah maupun swasta yang melakukan kegiatan perdagangan ekspor dan impor.

Berbeda dengan PPh 21, bentuk pemotongan atau pemungutan pajak yang dilakukan satu pihak terhadap wajib pajak dan berkaitan dengan kegiatan perdagangan barang.


PPh Pasal 22 dapat dikenakan terhadap perdagangan barang yang dianggap ‘menguntungkan’. sehingga baik penjual ataupun pembelinya dapat menerima keuntungan dari perdagangan tersebut.
Sebab itulah, PPh Pasal 22 dapat dikenakan baik saat penjualan maupun pembelian.

 

3. Pajak Penghasilan Pasal 23


PPh 23 ialah pajak yang dikenakan pada penghasilan atas modal, penyerahan jasa, hadiah, atau penghargaan selain yang sudah dipotong oleh PPh 21.


Bila PPh 21 dikenakan pada pegawai dan bukan pegawai, maka PPh 23 diperuntukkan bagi mereka yang mendapatkan modal, jasa, hadiah, serta penghargaan.


Begitupun tarif PPh 23 diberlakukan pada dividen, royalty, bunga, hadiah, dan penghargaan.

4. Pajak Penghasilan Pasal 29


PPh 29 ialah PPh Kurang Bayar (KB) yang tercantum pada SPT Tahunan. PPh ini harus dilunasi sebelum SPT Tahunan dikeluarkan.
Sehingga pada berbeda dengan pajak penghasilan lainnya, pajak ini dibayarkan setahun sekali saja.
Pada Jumlah pajak ini biasanya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan total keseluruhan pajak yang menjadi tanggung jawab wajib pajak.

5. Pajak Penghasilan Pasal 25


PPh Pasal 25 ialah pajak penghasilan yang pembayarannya dilakukan dengan sistem angsuran.
Tujuannya adalah untuk dapat meringankan wajib pajak untuk membayar pajak tahunannya.
Jika Wajib Pajak terlambat membayar PPh 25, maka akan dikenakan denda sebesar 2% per bulan.

Metode angsuran ini sangat berguna dan terasa manfaatnya untuk wajib pajak dengan tanggungan pajak besar. Pemenuhan kewajiban pajak tentu harus dilakukan.

Tetapi bila kemudian dalam rangka pemenuhan kewajiban PPh 25 malah akan menghambat wajib pajak, maka disarankan untuk mengangsur pajak yang dimiliki selama setahun periode pajak.

Cara Pembayaran Pajak Penghasilan


Untuk cara pembayaran pajak penghasilan, Wajib Pajak dapat melakukan dengan 2 cara, ialah :

Setor Langsung melalui Kantor Pos atau Bank Persepsi. Pada Wajib Pajak terlebih dahulu melengkapi lembaran SSP sebelum menyetor pajak pada lokasi yang diinginkan. Setelah menyetor pajak, lembaran SSP yang sudah diisi akan dicap oleh Kantor Pos atau Bank Persepsi, dan WP akan menerima NTPN dari tempat tersebut, beserta bukti pembayarannya.
Yang kedua dengan cara memakai sistem e-Billing yang menggunakan mekanisme online.


Berikut yang sudah dijelaskan mengenai penjelasan Pajak Penghasilan PPh 21 dan jenis pajak penghasilan lain serta cara pembayarannya.
Dengan mengetahui termasuk manakah penghasilan Anda, Anda dapat memperkirakan perhitungan pajaknya. Sedangkan untuk cara pembayaran, Anda dapat melakukannya secara offline maupun online sesuai dengan keinginan Anda.


Pada kondisi tertentu dimana ada karyawan yang baru saja pindah tugas atau pindah kerja, maka terdapat mekanisme tertentu pula untuk membayar pajak penghasilan yang dimilikinya. Tanggung jawab pajak yang dimiliki nantinya harus dibayarkan sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku, sehingga tidak ada keterlambatan atau pelanggaran pada sistem perpajakan.

Penyelesaian mengenai kewajiban perpajakan seperti Pajak Penghasilan PPh 21 hendaknya dilakukan tepat waktu agar tidak harus menambah beban yang dimiliki.


Salah satu cara online yang digunakan adalah dengan menggunakan Klikpajak. Dengan fitur yang lengkap serta penggunaan mudah, Klikpajak menjadi pilihan tepat untuk membantu menyelesaikan kewajiban Anda.
Sebagai mitra resmi DJP. Layanan ini dapat menjamin validitas penyetoran dan pelaporan pajak yang dilakukan. Segera daftar dan gunakan Klikpajak untuk hitung, bayar, dan lapor pajak dengan mudah!

Demikian artikel cerdasakuntansi.com mengenai Pengertian pajak : PPh pasal 21, 22, 23, 29, 25 dan Cara Pembayarannya, semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih

Baca Juga :

Menerapkan prinsip profesional Kerja : Contoh Soal dan Jawaban Bank Adalah
Istilah Penting Akuntansi Biaya Siklus Akuntansi
Kopersai Pemasaran Aktivitas Analisis Data Adalah
Akuntansi Koperasi Pengertian Akuntansi
Dasar Akuntansi Dasar Akuntansi
Opini Audit Adalah Asumsi Adalah
Sistem Adalah Konsep Manajemen
Profesi Akuntansi Akuntansi Dasar
Jurnal Umum dan Khusus Analisa Bukti Transaksi Keuangan